Connect with us

Ekbis

Luna Maya dan Prilly Latuconsina Pernah Singgah, Begini Sejarah Berdirinya Pabrik Gula di Babakan

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Berada di kawasan timur Kabupaten Cirebon atau lebih tepatnya berlokasi di Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Pabrik Gula (PG) Tersana Baru menjadi salah satu pabrik gula tertua di Indonesia.

Pabrik gula tersebut dikenal angker sehingga beberapa program acara televisi tercatat sempat menjadikannya sebagai lokasi syuting baik film maupun program acara reality show.

Bagian kompleks perumahan pabrik yang kini berada dibawah naungan PT PG Rajawali itu pernah dijadikan lokasi syuting film horor di layar lebar dimana Luna Maya dan Prilly Latuconsina pernah menjadi pemerannya.

Lokasi pabrik tersebut sangat mudah diakses. Jika dari arah Jakarta dengan menyusuri jalur pantura, Anda akan menjumpai Pasar Ikan Gebang yang dilintasi fly over diatasnya.

Tepat di bawah fly over ada sebuah pertigaan. Lalu belok ke arah kanan menyusuri Jalan Pangeran Sutajaya menuju Kabupaten Kuningan.

Advertisement

Luna Maya saat syuting di Pabrik Gula Babakan, Cirebon.

Berjarak sekitar 3 km dari pasar ikan tersebut, sebelah kiri jalan Anda akan menjumpai sebuah bangunan pabrik tua nan megah bercorak kolonial Belanda.

Lalu, bagaimana sejarah berdirinya PG Tersana Baru sehingga dikenal angker dan mampu menjadi daya tarik sejumlah program acara tv untuk dijadikan lokasi syuting bergenre horror? Berikut ulasannya.

Dilansir dari laman channel youtube Sejarah Kita Doeloe, berdirinya PG Tersana Baru tidak lepas dari perjalanan keluarga Gonsalves. Adalah Louis Theodore Gonsalves lahir 06 Maret 1828 di Batavia adalah anak ketiga dari Joseph Maria Gonsalves yang mewarisi usaha industri gula orangtuanya.  Joseph Maria sendiri adalah warga negara Belanda kelahiran 10 Januari 1798 di India.

Dengan modal pinjaman dari Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM), Louis Theodore mendirikan pabrik gula di wilayah Lemahabang, Kecamatan Tanjung, Brebes dan merupakan cikal bakal PG Kersana di Ketanggungan Barat.

Tahun 1893 Louis Theodore menjalin kerjasama dengan NHM. Selama bekerjasama, di tahun 1898 pihak NHM merasa bahwa hutang Louis Theodore kian membesar dan ada kemungkinan tidak akan mampu dibayar. Di tahun 1898 dibentuklah “NV. Cultuur Maatschappij Tersana”, yang berkedudukan di Batavia.

PG Tersana Baru di Babakan, Cirebon.

Tujuan dbentuknya perusahaan itu adalah untuk mengoperasikan PG Tersana Pabedilan (Tersana Lama) serta empat pabrik gula yang pernah didirikan oleh Joseph Maria Gonsalves, orangtua Louis Theodore. Keempat pabrik gula yang dimaksud yakni: PG Kalimaro, PG Tjiledoek, PG Tjigobang dan PG Waled.

Tahun 1904 kemudian dibentuk “NV. Cultuur Maatschappij Ketanggoengan-West”, berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Perusahaan tersebut dibentuk karena hutang berbunga Louis Theodore kepada NHM semakin membesar dan tidak mampu dibayar.

Advertisement

Konsekuensinya, komposisi saham dan struktur organisasi pun berubah. Pihak NHM mensyaratkan pengambilalihan seluruh saham dan adanya kontrol serta kendali penuh oleh NHM.

Pihak NHM di tahun 1905 akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasional seluruh pabrik gula yang ada dan memindahkannya ke lokasi yang kelak dikenal PG Tersana Baru. “Nieu Tersana” atau PG Tersana Baru didirikan pada tahun 1937 dibawah naungan “NV. Landbouwmaatschhappij Tersana”, perusahaan swasta yang baru dibentuk NHM.

Mulai saat itu, keluarga Gonsalves dinyatakan sudah tidak mempunyai saham lagi di seluruh pabrik gula yang pernah dibangun dan penguasaan penuh ada ditangan (NHM) sampai tiba periode nasionalisasi di tahun 1958. ***

Continue Reading

Yang Lagi Trend