https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Kuliner

Kue Apem, Kuliner Penolak Bala Masyarakat Cirebon di Bulan Safar

Sebagai penolak bala, di lakukanlah Tradisi Ngapem, yakni berupa membagikan kue apem kepada masyarakat Cirebon.

by Sudastika
30 Maret 2023
in Kuliner
Kue Apem, Kuliner Penolak Bala Masyarakat Cirebon di Bulan Safar

Kue apem. (ist)

CIAYUMAJAKUNING.ID – Bagi masyarakat Cirebon, kue apem memiliki makna filosofis tersendiri. Makanan ini pada awalnya di jadikan tradisi keagamaan terutama bagi keluarga Keraton di Cirebon pada bulan Safar.

Bulan Safar bagi masyarakat Cirebon di anggap bulan yang penuh kesialan dalam kalender Jawa.

BacaJuga

Festival Serabi Perkuat Simbol Kebersamaan Warga Kota Cirebon

Kopi Kuningan Siap Mendunia di Ajang World of Coffee Asia 2026

Nasi Kebuli Barokah: Kuliner Timur Tengah di Cirebon yang Ramah Kantong

Nasi Bejek Jogja Rasa Cirebon di Aurel Bistro Laris Manis, Terjual 100 Porsi per Hari

Kue apem ini dibagikan pada akhir bulan Safar, setiap Rebo Wekasan atau menjelas masuknya bulan Mulud.

Adapun rangkaian ritual yang di lakukan sebelum menyantap kue apem, keluarga Keraton terlebih dahulu memberikan uang atau Tawurji kepada masyarakat dan berdoa bersama.

Menurut sejarah, mulanya tradisi ini di lakukan guna memperingati tragedi perang Karbala di Irak pada tahun 680 yang melibatkan Husain bin Ali serta pasukan militer Bani Umayyah.

Tradisi Nngapem di lakukan sebagai peringatan wafatnya pasukan Husain bin Ali yang merupakan cucu dari Nabi Muhammad SAW.

Guna menolak bala dari sejarah perang Karbala tersebut, di lakukanlah tradisi ngapem untuk bersedekah agar di jauhkan dari cobaan dan bencana.

Kue apem di pilih karena bentuknya yang unik, memiliki dua sisi dan bentuk yang berbeda.

Apem bentuk kotak melambangkan badan, sedangkan apem berbentuk bulan melambangkan kepala.

Kedua macam apem tersebut melambangkan wafatnya Husain bin Ali yang di bunuh dengan cara di mutilasi.

Pembagian kue apem sendiri menjadi bentuk shadaqah amaliyah yang di amalkan oleh Sunan Gunungjati.

Keraton Kasepuhan Cirebon biasanya menggelar Tradisi Ngapem di Langgar Alit sebuah bangunan kecil di bagian kiri bangunan utama Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pemangku Adat Keraton Kasepuhan Cirebon, Elang Ayi mengatakan, tradisi Ngapem di lakukan setiap tanggal 15 pada bulan Safar.

Ada pun maknanya, sebagai persiapan menuju Panjang Jimat pada bulan Maulid.

Tradisi Ngapem sudah di mulai sejak zaman Sunan Gunungjati atau lebih dari 400 tahun yang lalu.

Menurutnya, Tradisi Ngapem berasal dari kata Afun yang artinya saling memaafkan.

“Karena pada bulan Safar ini Allah menurunkan penyakit, supaya terbebas dari segala sesuatu yang tidak di inginkan,” kata Elang Ayi. ***

Tags: CiayumajakuningKue ApemKuliner CirebonTolak BalaTradisi Ngapem

Related Posts

Festival Serabi Perkuat Simbol Kebersamaan Warga Kota Cirebon

Festival Serabi Perkuat Simbol Kebersamaan Warga Kota Cirebon

22 Juni 2026
Kopi Kuningan Siap Mendunia di Ajang World of Coffee Asia 2026

Kopi Kuningan Siap Mendunia di Ajang World of Coffee Asia 2026

28 April 2026

Nasi Kebuli Barokah: Kuliner Timur Tengah di Cirebon yang Ramah Kantong

14 April 2026

Nasi Bejek Jogja Rasa Cirebon di Aurel Bistro Laris Manis, Terjual 100 Porsi per Hari

13 April 2026
Wali Kota Cirebon Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK Jabar

Kulineran di Puspa Langlangbuana Kuningan Bisa Transaksi Digital

3 April 2026
Semarak Festival Ramadan 1447 H di Jalan Siliwangi Kota Cirebon

Semarak Festival Ramadan 1447 H di Jalan Siliwangi Kota Cirebon

2 Maret 2026

Berita Terpopuler

  • Matahari Penyelamat Petani: Inovasi Pompa Tenaga Surya Atasi Ancaman Kekeringan di Majalengka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana BUMDes Desa Kejuden Diduga Digelapkan Hingga Rp 200 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pecah Kongsi 4.0: Ketika Adu Domba Digital dan Identitas Mengancam Kebhinekaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fure: Inovasi Mahasiswa dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Furniture Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Menjamur, PHRI Kota Cirebon Usulkan Moratorium

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Kota Cirebon Tembus Rp3,2 Triliun, Lima Hotel Berbintang Segera Berdiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id