Connect with us

Ekbis

Petani Jabar Andalkan Dua Pabrik Gula di Cirebon Guna Giling Tebu

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Pada musim giling tahun 2023, luas areal lahan tebu milik petani di Jawa Barat (Jabar) mengalami peningkatan bila di bandingkan tahun sebelumnya yakni lebih dari 800 hektare.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar Dudi Bahrudi mengatakan hanya ada dua pabrik gula yang bisa menggiling tebu milik petani di Jabar.

“Yakni PG Tersana Baru di Kecamatan Babakan dan PG Sindanglaut di Kecamatan Lemahabang, keduanya berada di Kabupaten Cirebon,” terangnya, Kamis (25/05).

Kedua pabrik gula tersebut merupakan milik BUMN PG Rajawali II Cirebon.

Menurut Dudi, para petani tebu sangat ketergantungan pada dua pabrik tersebut.

Advertisement

Sehingga ketika PG Sindanglaut tidak beroperasi pada 2020 lalu, para petani beralih ke tanaman lain.

Akibana areal lahan yang biasa di tanami tebu terus mengalami penyusutan cukup parah.

Itu terbukti dari menurunnya produksi gula perusahaan PG Rajawali II Cirebon.

“Namun setelah di buka kembali PG Sindanglaut, para petani kembali semangat untuk menanam tebu,” tuturnya.

Dudi menjelaskan di operasikannya kembali PG Sindanglaut menjadi angin segar bagi para petani.

Advertisement

Mereka tidak lagi harus menambah ongkos angkut yang cukup tinggi untuk menggiling tebu ke PG Tersana Baru.

“Kami tentu akan berkomitmen untuk terus mengisi bahan bakunya, dengan terus menanam tebu,” katanya.

Petani juga berharap agar harga gula semakin baik untuk para petani, mengingat saat ini Indonesia masih melakukan impor

“Kami juga berharap bisa swasembada gula, asalkan harga gula juga berpihak kepada petani,” kata Dudi. ***

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend