CIAYUMAJAKUNING.ID – Anak muda Tionghoa tahun 1970-1990 hiburan murah dan kencan murah bersama pacar adalah nonton di bioskop apalagi kala itu belum adanya mall dan tahun 1970-1995 adalah masa keemasan bioskop-bioskop di Cirebon.
Pepatah Tiongkok berkata:
享受生活,不要浪费它
‘Xiǎngshòu shēnghuó, bùyào làngfèi tā artinya Nikmati kehidupan jangan kau sia siakan’
Sebut saja ada bioskop Cirebon Theater yang kemudian berganti nama jadi Golden Theater, umumnya memutar film Hongkong, Mandarin, Jepang dan Barat.
Bioskop Star dan Galaxy di jalan Bahagia yang memutar film India, Hongkong, Mandarin dan Indonesia.
Lalu ada bioskop Abadi Murni yang umumnya memutar film India, Barat dan Indonesia.
Bioskop Paradise memutar film India dan Indonesia dan bioskop Mandala di Pasar Pagi yang memutar film Barat, dan Indonesia.
Saya ingat, waktu SD-SMP di wajibkan nonton film nasional di Galaxy atau Mandala.
Saat film Pengkhianatan G30S/PKI bersama kawan-kawan sekolah nonton di Bioskop Star.
Penulis paling suka nonton warkop DKI di Bioskop Mandala Pasar Pagi Cirebon.
Lisna G Arifin pencipta lagu rohani sempat bercerita waktu mudanya banyak di habiskan untuk nonton film di bioskop.
Ia biasanya menonton di Abadi Murni, Star Galaxy, Cirebon Theater dan Mandala bersama kawan-kawan.
Bagi Lisna G Arifin itu kenangan masa mudanya.
Bioskop tahun 1970-1990 adalah hiburan murah dan menyenangkan.
Tahun 1993 berdiri lah bioskop Twenty One di Cirebon Mall.
Ini kenangan indah
Dulu di Abadi Murni banyak warung menjual es campur dan sate kambing yang enak, banyak juga yang menjual durian.
Jadi selain nonton di Bioskop Abadi Murni pulangnya menikmati es Campur dan sate kambing. ***
Oleh: Jeremy Huang Wijaya


