Pernah Jadi Tukang Servis HP, Cerita Ali Akbar Mencetak Ribuan Calon Perwira di Indonesia

3 Min Read
Ali Akbar Rafsanjani Direktur Utama Calonperwira.com. (ist)

CIAYUMAJAKUNING.ID: Ada masa ketika hidup Ali Akbar Rafsanjani berjalan pelan dan berat. Tangannya lebih sering memegang obeng kecil ketimbang pena atau mikrofon.

Sebagai tukang servis handphone, ia memperbaiki ponsel rusak satu per satu, dengan penghasilan yang tak selalu cukup untuk esok hari. Namun di balik layar retak dan mesin bermasalah, Ali Akbar menyimpan keyakinan hidup bisa berubah jika ia tak berhenti belajar.

Setiap hari adalah perjuangan. Bukan hanya melawan keterbatasan ekonomi, tetapi juga rasa ragu.

Namun ia memilih bertahan. Di sela mencari nafkah, Ali Akbar terus menempuh pendidikan hingga akhirnya berdiri di depan kelas sebagai dosen Bahasa Inggris.

Dari sanalah ia melihat wajah-wajah muda penuh mimpi—anak-anak yang ingin mengabdi sebagai prajurit dan polisi, namun sering kali tumbang sebelum sempat berjuang sepenuhnya.

Pengalaman itu menggugah hatinya. Ali Akbar menyaksikan banyak pemuda gagal masuk TNI dan Polri bukan karena tak mampu, melainkan karena datang tanpa peta dan kompas.

“Mereka berani bermimpi, tapi tak tahu harus melangkah ke mana,” kata Ali Akbar, Senin (12/1/2026).

Kegelisahan itu berubah menjadi tekad. Tanpa modal besar, tanpa gedung megah, Ali Akbar memulai bimbingan persiapan TNI–Polri dari nol. Ia menyusun materi sendiri, melatih mental juang, membangun disiplin, dan menanamkan nilai kejujuran serta karakter.

Baginya, lulus seleksi hanyalah pintu awal. Yang lebih penting adalah membentuk manusia yang siap mengabdi.

Jalan yang ditempuh tidak mudah. Ia pernah diragukan, bahkan diremehkan. Namun waktu menjawab segalanya.

Hingga kini, lebih dari 3.200 anak muda berhasil lolos seleksi TNI dan Polri melalui bimbingan yang ia rintis. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan ribuan cerita tentang anak desa yang kini berseragam, tentang harapan orang tua yang akhirnya terwujud.

Seiring bertambahnya kepercayaan, pembinaan pun berkembang. Dari kelas daring sederhana, kini hadir bimbingan tatap muka di berbagai kota di Indonesia, membuka akses bagi mereka yang sebelumnya tak terjangkau.

Ali Akbar ingin memastikan bahwa kesempatan tidak hanya dimiliki mereka yang dekat dengan pusat, tetapi juga anak-anak dari daerah.

Lebih jauh, perjuangannya melahirkan dampak berlapis. Melalui CalonPerwira.com dan PT BPV Perwira Angkasa, Ali Akbar membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, membuka ratusan lapangan pekerjaan bagi guru dan pelatih di berbagai daerah. Ia bukan hanya mengantarkan mimpi, tetapi juga menumbuhkan kehidupan.

Kini, Ali Akbar Rafsanjani dikenal sebagai CEO dari dua entitas pendidikan tersebut. Namun bagi dirinya, pencapaian itu tak pernah membuatnya lupa asal-usul.

Dari meja servis HP hingga ruang-ruang pembinaan calon perwira, satu prinsip terus ia pegang: naik kelas dalam hidup bukan tentang meninggalkan yang tertinggal, tetapi tentang mengulurkan tangan agar semua bisa tumbuh bersama.

Kisah Ali Akbar menjadi pesan sunyi namun kuat—bahwa latar belakang bukanlah takdir, dan mimpi yang dirawat dengan kerja keras dapat mengubah bukan hanya satu kehidupan, tetapi ribuan.

Share This Article