CIAYUMAJAKUNING.ID – Menyusul maraknya praktik penipuan layanan haji yang mengatasnamakan instansi pemerintah, Diskominfo Kuningan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaannya.
Imbauan ini berdasarkan informasi dari Kantor Kementerian Haji terkait lonjakan kasus penipuan.
Kadiskominfo Ucu Suryana mengatakan para pelaku beroperasi dengan menawarkan ‘jalan pintas’ memotong antrean guna mempercepat keberangkatan.
Mereka sering kali menyamar sebagai petugas resmi dari Kemenag atau pihak yang berwenang menangani urusan haji.
Berikut modus operandi yang harus di waspadai:
- Mengaku sebagai petugas resmi Kementerian Agama atau pengurus haji
- Menawarkan layanan percepatan keberangkatan atau pemangkasan daftar tunggu
- Meminta data pribadi dan dokumen penting kepada korban
- Mengklaim dapat memfasilitasi pembuatan atau pemberian barcode Identitas Kependudukan Digital (IKD)
- Pelaku juga memanfaatkan teknologi dengan menghubungi korban melalui telepon atau aplikasi pesan instan seperti WhatsApp
- Serta seringkali dengan mengirimkan tautan atau aplikasi mencurigakan yang berisiko membahayakan keamanan data
Ucu menegaskan seluruh instansi resmi pemerintah tak pernah meminta masyarakat mengirimkan data pribadi melalui saluran tidak resmi.
Seluruh prosedur layanan wajib diakses melalui kanal resmi yang telah ditetapkan.
“Jika membutuhkan informasi terkait layanan haji maupun adminduk, masyarakat di sarankan menghubungi atau datang ke instansi resmi,” tegasnya. ***



