CIAYUMAJAKUNING.ID – Pemcam Sukra, Kabupaten Indramayu berkomitmen jika kemajuan ekonomi melalui industrialisasi harus berjalan beriringan dengan kelestarian lahan pertanian.
Hal tersebut di sampaikan menyusul Kecamatan Sukra yang bersiap menyambut babak baru sebagai kawasan industri.
Camat Sukra Sigit Widiyanto optimistis kehadiran kawasan industri akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Pihaknya pun siap mendukung penuh proyek sepanjang prosesnya patuh pada aturan.
“Prioritas kami adalah memastikan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan sektor pertanian,” ungkapnya.
Langkah serius ini juga di kawal langsung oleh pemerintah pusat.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid melakukan peninjauan lapangan ke Sukra, Minggu (19/04).
Kunjungan bertujuan memastikan lahan yang akan di gunakan mendukung program hilirisasi industri tidak menabrak aturan tata ruang.
Nusron menegaskan pemerintah sangat berhati-hati dalam kebijakan alih fungsi lahan.
Fokus utamanya adalah memverifikasi status lahan supaya tidak masuk dalam zonasi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) maupun Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
“Pengawasan alih fungsi lahan ini strategis karena menyangkut ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Wilayah Sukra di harapkan tak hanya tumbuh menjadi pusat industri modern tetapi juga tetap berdiri sebagai lumbung pangan.
Pemerintah berkomitmen supaya akselerasi pembangunan tak menggerus lahan sawah secara masif sehingga kedaulatan pangan tetap terjaga. ***



