CIAYUMAJAKUNING.ID – Disbudpar Kabupaten Cirebon mengadakan Pagelaran Wayang Kulit Pedalangan di Alun-alun Kecamatan Gegesik, sebagai ajang regenerasi dalang muda sekaligus upaya pelestarian seni budaya tradisional.
Kegiatan itu di gelar dari tanggal 8-14 Mei 2026 bertajuk ‘Saptawara’ yang di ikuti para seniman pedalangan se-Cirebon.
Kadisbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno mengatakan penyelenggaraan ini memasuki tahun ke-33.
Menurutnya tidak banyak kecamatan yang mampu mempertahankan pagelaran budaya secara konsisten hingga puluhan tahun seperti di Gegesik.
“Gegesik menjadi salah satu kecamatan yang terus menjaga tradisi seni pedalangan dan melahirkan regenerasi dalang,” kata Fajar, Jumat (08/05) malam.

Untuk itu, regenerasi menjadi hal penting dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional.
Ia menilai Gegesik selama ini di kenal sebagai salah satu lumbung seni dan budaya Cirebon, khususnya pewayangan.
Fajar berharap masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di daerah tersebut terus menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus dalang Sudarso menilai dukungan pemerintah sangat di butuhkan dalam menjaga pelestarian budaya.
“Kami harap kegiatan ini terus mendapat dukungan dan bimbingan agar bisa terselenggara setiap tahun sebagai bagian dari pelestarian budaya,” pungkasnya. ***



