CIAYUMAJAKUNING.ID: Pemkot Cirebon mencatat capaian investasi pada smester pertama tahun 2026 diluar prediksi. Berdasarkan data yang tercatat di OSS pemerintah investasi semester 1 tahun 2026 sudah mencapai Rp 3,2 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon Icip Suryadi mengatakan, investasi terbesar didominasi sektor perhotelan.
“Data berdasarkan OSS yang kita lihat banyak perusahaan baru yang cukup besar berinvestasi di kami seperti yang sedang berjalan ada 5 hotel berbintang yang akan beroperasi disini. Mereka lagi tahap pembangunan,” ujar Icip, Kamis (30/7/2026).
Disebutkan, hotel yang akan beroperasi tersebut berada di Jalan Brigjen Darsono By Pass Kota Cirebon depan Makorem, hotel di jalan Veteran. Selanjutnya, dua hotel yang berada di kawasan Kesambi, dan satu hotel di jalan Evakuasi Kota Cirebon.
Sementara itu, Icip mengaku seiring dengan meningkatnya minat investor, Pemkot Cirebon terus melakukan pembenahan hingga pemetaan potensi wisata maupun ekonomi lain.
“Kesepakatan bersama tahun 2017 ada 4 potensi wisata yang akan dikembangkan seperti Pelabuhan Kejawanan, Pantai laut Kesenden, Pelabuhan peti kemas dan wisata agribisnis di Argasunya,” ujarnya.
Namun, Icip mengaku 4 potensi tersebut hingga saat ini belum dilirik oleh investor. Salah satu penyebab utamanya adalah belum memiliki visibility studi atau studi kelayakan.
Ia mengaku pentingnya memiliki visibility studi untuk meyakinkan calon investor sebelum berinvestasi di salah satu potensi wisata yang sudah direncakanan sejak tahun 2017 itu.
“Kedepan akan lakukan visibility study kami akan dikaji semua sampai kwtemu berpa nilai investasi ideal di 4 potensi wisata karena mereka investor minta kepastian nilai itu. Jangan ssmpai berandai-andai, waktu acwra kunci berssma kadin se Indonesia baru yang sesuai visibility study baru gor bima justru diluar 4 potensi wisata itu,” ujar Icip.
Selain hotel dan pengembangan 4 potensi wisata baru, Icip mengaku berencana melakukan pengembangan potensi ekonomi di lahan tidur.
Seperti kawasan pasar balong yang dinilai berpotensi untuk kembali dijadikan mall atau pasar sandang.
“Atau sebagai pusat perniagaan lagi biar hidup lagi,” ujarnya.








