Siswa SD di Kuningan Dapat Edukasi Penggunaan Gadget Sehat

0
44

CIAYUMAJAKUNING.ID – Fenomena penggunaan gadget di kalangan pelajar SD kian meningkat. Bahkan sebagian siswa sudah mampu membuat konten YouTube dan mengenal berbagai platform media sosial.

Namun di sisi lain, penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak mulai memicu persoalan baru.

Situasi ini mendorong Poltekesos Bandung mengedukasi penggunaan gadget sehat bagi siswa SDN Babakanjati, Kecamatan Cigandamekar.

Kegiaran yang bekerja sama dengan Diskominfo Kuningan itu sekaligus supaya siswa bertanggung jawab menggunakan gadget.

Sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh antusias.

Para siswa dari kelas 4, 5, dan 6 aktif bertanya serta berbagi pengalaman seputar gadget.

Ada yang memanfaatkan teknologi untuk belajar.

Namun ada pula yang mengaku pernah lupa waktu belajar karena bermain game atau menonton video terlalu lama.

Materi bertema ‘Bahaya Gadget dan Penggunaan Bijak bagi Anak’ di sampaikan Nana Suhendra dari Diskominfo.

Menurutnya gadget bukanlan musuh, justru bisa membantu membuka akses belajar lebih luas.

“Serta menyediakan pembelajaran interaktif, hingga meningkatkan kreativitas melalui konten digital,” sambung Nana, Jumat (28/11).

“Namun semua itu harus di barengi kontrol dan batasan,” lanjutnya.

Nana menjelaskan ada sejumlah risiko penggunaan gadget tanpa kendali.

Di antaranya mata lelah, postur tubuh buruk, kurang bergerak serta gangguan tidur akibat paparan cahaya biru.

Pada aspek psikologis, anak rentan mengalami sulit konsentrasi, kecemasan, depresi, hingga nomophobia (rasa cemas saat jauh dari gadget).

Nana juga mengajak para siswa untuk bersikap sopan saat menggunakan media sosial.

Serta menghindari cyberbullying, bijak dalam memberi komentar dan memastikan kebenaran informasi.

“Perkembangan teknologi tak bisa di hindari, yang harus kita lakukan adalah mengendalikannya,” ujarnya.

Ketua Pelaksana dari Poltekesos Bandung Aprilia Azwari Lutfi berharap ini menjadi langkah awal membangun budaya digital sehat bagi pelajar.

“Kami ingin anak-anak tidak juga memahami risikonya dan mampu memilih konten yang bermanfaat,” terangnya.

Aprilia mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa.

Pihaknya menilai edukasi semacam ini penting guna memperkuat literasi digital sejak dini dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat. ***