Bupati Kuningan Raih Anugerah Social Worker Teladan Berprestasi

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.IDBupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meraih Anugerah Social Worker Indonesia Teladan Berprestasi pada rangkaian Konferensi Nasional dan Anugerah Social Worker Teladan Berprestasi Indonesia (KONASWI), Sabtu (17/01).

Penghargaan di berikan Social Worker Indonesia dalam Pengembangan Masyarakat (SWIPAM) bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Pendidikan Sosial Indonesia (YAPSI).

Ketua Dewan Pengurus SWIPAM Jusman Iskandar mengatakan penetapan penerima anugerah di lakukan melalui proses penelitian dan pengkajian mendalam.

“Penetapan ini merupakan hasil penelitian dan kajian selama hampir satu tahun terhadap kiprah para pekerja sosial di Indonesia,” ujarnya di Kampus Poltekesos Bandung.

Jusman menilai Bupati Kuningan berprestasi sebagai social worker dalam pengembangan kebijakan pembangunan program kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Kuningan mengatakan keberhasilan pembangunan daerah bisa di ukur melalui kebijakan publik mampu memuliakan martabat manusia.

“Pembangunan sejati di ukur dari seberapa banyak manusia yang kita bangkitkan,” katanya.

Salah satu kebijakan ada Program Gema Sadulur (Gerakan Bersama Ngariksa Dhuafa, Lanjut Usia dan Pengangguran).

Program tersebut mendorong perubahan paradigma dari bantuan sosial karitatif menuju pemberdayaan yang bermartabat dan berkelanjutan.

Bupati menjelaskan melalui Gerakan Gema Sadulur, negara hadir membangun jejaring kepedulian antara pemerintah, lembaga kesejahteraan sosial, relawan dan masyarakat.

Fakir miskin, lansia, penyandang disabilitas, penganggur dan kelompok rentan di pandang sebagai warga negara yang memiliki hak untuk bangkit.

Ia juga menekankan peran strategis pekerja sosial sebagai garda terdepan pembangunan sosial.

Menurut Bupati pekerja sosial bukan sekadar pendamping melainkan penjaga nurani bangsa yang mampu membaca persoalan kemanusiaan di balik data statistik.

Implementasi kebijakan sosial tersebut menunjukkan hasil signifikan dalam 10 bulan terakhir.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan tercatat 10,41 persen pada Kuartal II 2025, tertinggi di Pulau Jawa.

Angka kemiskinan turun 1,14 poin atau setara 12.160 warga keluar dari kemiskinan.

Sementara tingkat pengangguran menurun menjadi 7,59 persen dengan penyerapan 10.450 tenaga kerja baru.

Di sektor pangan, Kuningan mencatat surplus beras 120.244 ton sepanjang 2025.

Sementara jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menurun hingga 50 persen.

“Kami terus belajar pembangunan terbaik lahir dari keselarasan antara kebijakan dan nurani. Dari data dan empati. Dari perencanaan dan kehadiran nyata,” ujar Bupati.

Ia juga berharap Forum KONASWI 2025 melahirkan gagasan, jejaring dan semangat baru untuk memperkuat pekerjaan sosial. ***

Share This Article