CIAYUMAJAKUNING.ID – Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Cantik) tahun 2025 Pemkab Cirebon yang di gelar di gedung Setda Kabupaten Cirebon resmi di tutup, Selasa (20/01).
Program ini mendorong transformasi digital dan penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis data.
Sepanjang tahun 2025, program di gelar melalui pendampingan dan pembinaan teknis.
Meliputi pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan website desa, literasi data statistik serta penerapan layanan digital seperti tanda tangan elektronik.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman (Jigus) menyampaikan konsep Smart Village bertujuan meningkatkan kualitas SDM.
Serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa, menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien dan transparan.
Sementara itu, Program Desa Cantik di fokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data dan statistik yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Data yang baik menjadi dasar penting dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan desa agar tepat sasaran,” ujarnya.
Sekdiskominfo Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data statistik desa secara optimal.
“Untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, transparan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Pemkab Cirebon juga menyerahkan penghargaan kepada desa berprestasi.
Antara lain Desa Cisaat (Waled), Guwa Kidul (Kaliwedi), Getrakmoyan (Pangenan), Arjawinangun, Babakan Gebang (Babakan) dan Sindangjawa (Dukupuntang).
Serta Desa Pamengkang (Mundu), Blender (Karangwareng) dan Kalikoa (Kedawung) sebagai Desa Terbaik Pembinaan Desa Cantik 2025.
Sementara penghargaan Desa Pendamping Smart Village 2025 di berikan kepada Karangwangun (Babakan), Kalibaru (Tengahtani) dan Kalikoa.
Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi atas komitmen desa dalam mendukung transformasi digital dan tata kelola berbasis data. ***


