https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Minggu, 27 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Budaya

Ketua FSKN Meragukan Keraton Agung Sejagat, Apalagi Turunan Syailendra

by Andika
15 Januari 2020
in Budaya
Ketua FSKN Meragukan Keraton Agung Sejagat, Apalagi Turunan Syailendra

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat Menilai Bila Keraton Agung Sejagat Bukan Sebagai Turunan Syailendra

CIREBON, – Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) memastikan Keraton Agung Sejagat yang berada di Purworejo tidak terdaftar dalam arsip negara dan catatan sejarah sebagai keraton.

Ketua FSKN, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengaku kaget seiring dengan perkembangan negara Indonesia masih ada orang yang berani mendirikan keraton hingga mengklaim bila Keraton Agung Sejagat sebagai keturunan Majapahit.

BacaJuga

Karnaval Budaya Semarakkan Hari Jadi Kuningan ke-528

Hidupkan Nilai Budaya, Kuningan Gelar Festival Linggarjati 2026

Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

Niat Disbudpar Lestarikan Gerabah Sitiwinangun Jamblang Cirebon

“Kami prihatin saja apalagi mengklaim masih keturunan Syailendra dan penerus Majapahit. Keraton tersebut tidak ada dalam daftar keraton se Nusantara,” kata Arief kepada wartawan sata ditemui di Keraton Kasepuhan, Rabu (15/1/2020).

Masih lanjut Arief, dalam catatan yang dimiliki FSKN ada lebih dari 200 kerajaan atau kasultanan di Indonesia yang terdaftar pada persiapan kemerdekaan Indonesia, yang itu tidak termasuk Keraton Agung Sejagat.

Sebelumnya si Raja Toto Santoso (42) dan si Ratu Fanni Aminadia (41) mengaku kepada pengikutnya sebagai turunan dari Wangsa Syailendra.

Maka dengan itu, Arief meragukan klaim keraton yang mengaku sebagai keturunan Wangsa Syailendra. Menurutnya, sulit untuk memelihara silsilah dari wangsa Syailendra yang berjaya di abad ke 7 dan 8 masehi itu.

“Mengidendifikasi silsilahnya itu cukup sulit apalagi mengaku keturunan Majapahit. Kerajaan Majapahit itu setelah runtuh menjadi Demak, kemudian runtuh dan jadi Pajang, runtuh lagi menjadi Mataram, kemudian runtuh menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Begitu RI lahir hanya ada Surakarta dengan kasunanan dan Mangkunegaran, kemudian Kasultanan Yogyakarta dan Pakualaman,” ujar dia.

Arief mengaku prihatin klaim Keraton Agung Sejagat yang didanai oleh Swiss tersebut. Menurut dia, Keraton se nusantara pernah berkumpul dengan tokoh nasional termasuk Sukarno di Tapak Siri.

“Untuk membangun keraton harus ada magersari atau warga di sekitar keraton, itulah yang nantinya dibina keraton. Ini tidak diajak bicara, tiba-tiba dibangun dan ada kegiatan,” sambung Arief.

Pada sejarahnya, dahulu kala keraton se nusantara menyatakan diri membantu kemerdekaan Indonesia. Pernyataan tersebut karena pada saat itu keraton memiliki perbekalan hingga bantuan dana untuk membantu perjuangan masyarakat Indonesia.

“Jadi tidak ada harta keraton disimpan di bank luar negeri harta keraton banyak digunakan untuk kepentingan kemerdekaan. Sisa aset saja,” ujar dia.

Menurut Arief, keberadaan Keraton Agung Sejagat adalah mimpi pemimpin keraton yang dihembuskan ke masyarakat terkait informasi bohong.

Menurut dia, pemerintah harus tegas dalam mengakomodir peninggalan sejarah keraton di nusantara. Peran aktif Kemendagri dan Kemendikbud dalam membina keraton di Indonesia sangat penting.

Dia meminta pemerintah segera mengumumkan keraton di Indonesia yang terdaftar resmi sehingga perlu dilindungan dan mendapat pembinaan.

“Kalau data di FSKN ada 200 keraton di Indonesia dan itu beragam kondisi ada yang lengkap bangunan dan silsilahnya, ada yang setengah lengkap bahkan ada yang tinggal bangunannya saja atau keturunannya saja,” ujar dia.

Sejak merdeka hingga saat ini pembinaan keraton di Indonesia berada di bawah binaan Kemendagri dan Kemendikbud. Bahkan, hingga saat ini pemerintah pusat belum pernah memberi pengumuman resmi terkait jumlah keraton di Indonesia yang harus dilindungi dan dibina.

“Sejak merdeka keraton yang ada dalam struktur ketatanegaraan hanya Yogyakarta yakni Sultan Yogyakarta adalah Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Pakualaman. Keraton yang lain yang masih hidup ini memelihara adat dan tradisi di daerah masing-masing termasuk Cirebon,” ujar dia.

Tags: BeritaCirebonTerkiniKeratonAgungSejagatTrending

Related Posts

Karnaval Budaya Semarakkan Hari Jadi Kuningan ke-528

Karnaval Budaya Semarakkan Hari Jadi Kuningan ke-528

25 September 2026
Hidupkan Nilai Budaya, Kuningan Gelar Festival Linggarjati 2026

Hidupkan Nilai Budaya, Kuningan Gelar Festival Linggarjati 2026

5 September 2026
Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

23 Agustus 2026
Promosi Digital Dekranasda Kuningan Terbaik di Ajang PKJB 2026

Niat Disbudpar Lestarikan Gerabah Sitiwinangun Jamblang Cirebon

2 Juli 2026
Bangun KDKMP, Stranas PK Pantau Alih Fungsi Lahan Indramayu

Disbudpar Gelar Seminar Kajian Koleksi Topeng Cirebon 2026

28 Juni 2026
Porsenitas XIII Kota Cirebon, Kontingen Kuningan Kirim 140 Atlet

Keren! 15 Karya Budaya Kabupaten Cirebon Jadi WBTb Jabar

26 Juni 2026

Berita Terpopuler

  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Joyoboyo: Gunung Slamet Meletus Bisa Bikin Pulau Jawa Terbelah Jadi Dua?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Tradisi Melepas Burung Bagi Warga Tionghoa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Swasembada Pangan, Majalengka Tanam Bawang Putih Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poltekkes Tasikmalaya Latih Petugas Puskesmas Gunungsari Deteksi Dini Kanker Paru Lewat SATUSEHAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id