Connect with us

Ekbis

Didominasi Ibu-ibu, Warga Cirebon Serbu Kantor Pos Sumber Guna Terima BLT

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Didominasi oleh wanita paruh baya sejumlah warga mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Sumber, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Penerima BLT, Wartina (53) mengatakan, pemberitahuan pembagian bantuan tersebut ia dapatkan berdasarkan informasi undangan yang diberikan oleh pihak kelurahan setempat.

“Buat dapatkan BLT, harus bawa KTP dan KK,” katanya di Kantor Pos Sumber, Kamis (15/09).

Jumlah besaran bantuan yang diterima oleh warga sebesar Rp500.000.

Dari jumlah tersebut, Rp300.000 merupakan BLT atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan Rp200.000 bantuan pangan non tunai.

Advertisement

Penerima BLT lainnya, Suyanti (56) mengatakan, jumlah bantuan tersebut diharapkan mampu menutupi kebutuhan sehari-hari.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kelontong ini mengaku, dampak kenaikan harga BBM sudah mulai terasa. Hal ini terlihat dari harga sejumlah kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik.

“Memang tidak besar, mudah-mudahan membantu. Kami juga ingin ada bantuan lainnya dari pemerintah daerah,” kata Suyanti.

Warga Cirebon menerima BLT di Kantor Pos Sumber. (ciayumajakuning.id)

Kepala Kantor Pos Cirebon, Arif Yuda Wahyudi mengatakan, penyaluran BLT dari pemerintah pusat tersebut dimulai pada Kamis (15/09) dengan jumlah sasaran sebanyak 233.238.

Namun, jumlah BLT yang baru disalurkan sebanyak 144.520 dan akan diselesaikan seluruhnya hingga Sabtu (17/09).

“Sekarang baru 50 persen yang sudah disalurkan. Kami akan terus mempercepat pembagian,” kata Arif.

Advertisement

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriani Ganti meminta, penyaluran BLT di Kabupaten Cirebon dipercepat.

Menurutnya, upaya percepatan penyaluran BLT ini lantaran beberapa kebutuhan pokok masyarakat sudah mengalami kenaikan dan semakin dikeluhkan oleh masyarakat.

“Pokoknya harus cepat, dampak kenaikan harga BBM sudah dirasakan masyarakat,” kata Selly.

Selain itu, Selly juga meminta kepada masyarakat penerima bantuan atau keluarga penerima manfaat (KPM) agar melaporkan bila terjadi praktik pemotongan BLT.

Menurut Selly, banyak KPM yang mengadu kepada pemerintah daerah lantaran kerap mendapatkan BLT tidak sesuai dan dipotong oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Advertisement

“Sekarang kondisi sudah susah, jangan ditambah susah. Masyarakat segera lapor kalau ada yang sunat bantuan,” katanya. ***

Continue Reading

Yang Lagi Trend