Connect with us

Lifestyle

Insiden Keracunan KPM di Puskesmas Cangkol, Ini Klarifikasi Pemkot Cirebon

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.IDPemkot Cirebon menggelar konferensi pers terkait insiden keracunan yang menimpa sejumlah peserta kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Cangkol Kota Cirebon 25-26 Oktober silam, Senin (28/10).

Pj Sekda Kota Cirebon Iing Daiman mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan berharap insiden serupa tidak terulang kembali,” ujarnya di Ruang Prabayaksa Gedung Setda.

Iing pun telah menginstruksikan Dinkes Kota Cirebon untuk melakukan penanganan komprehensif, termasuk evaluasi dan pemantauan kondisi para korban.

Upaya pemulihan juga telah di lakukan baik bagi pasien yang masih di rawat di rumah sakit, fasilitas kesehatan maupun yang telah di izinkan pulang.

Advertisement

“Saat ini sampel makanannya sedang di uji lab. Semoga hasilnya cepat keluar sehingga bisa mengetahui faktor penyebab kejadian ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kadinkes Kota Cirebon dr Siti Maria menyampaikan kronologis insiden tersebut.

Ia menjelaskan kejadian bermula dari kegiatan sosialisasi sanitasi yang di adakan oleh sebuah perguruan tinggi di Cirebon yang di gelar di Puskesmas Cangkol.

“Kegiatan ini tujuannya baik ya, bagian dari pengabdian masyarakat oleh mahasiswa, sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” tutur Siti Maria.

Selama kegiatan, panitia juga menyediakan snack bagi peserta yang hadir.

Advertisement

Di duga setelah mengonsumsi snack tersebut, beberapa peserta mengalami gejala mual, muntah hingga diare.

Bahkan beberapa orang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Saat ini, teridentifikasi 44 orang yang terdampak, termasuk kader peserta sosialisasi dan pegawai Puskesmas.

“Ada kemungkinan juga beberapa snack di bawa pulang sehingga anggota keluarga juga terdampak,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, 10 orang harus menjalani perawatan dan kondisi mereka sudah mulai membaik.

Advertisement

Dinkes Kota Cirebon telah mengirimkan sampel makanan yang di konsumsi peserta untuk di uji di Labkesda Jabar.

“Guna mengetahui apakah makanan tersebut merupakan penyebab dari gejala yang di alami,” jelas Siti Maria. ***

Continue Reading

Yang Lagi Trend