https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Ekbis

Penundaan Implementasi Kepatuhan EUDR—Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Melalui Transparansi Rantai Pasok

by eko ardi
24 Maret 2025
in Ekbis
Penundaan Implementasi Kepatuhan EUDR—Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Melalui Transparansi Rantai Pasok

Jakarta, 24 Maret 2025 – Pertanian menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada deforestasi, dengan hilangnya 10% tutupan hutan global dalam tiga dekade terakhir (European Commission, 2023). Untuk mengatasi hal ini, Uni Eropa menghadirkan EU Deforestation Regulation (EUDR) atau Regulasi Anti Deforestasi untuk memastikan rantai pasok berkelanjutan. Regulasi ini mewajibkan perusahaan untuk memastikan bahwa bahan baku yang mereka gunakan bebas dari deforestasi, memverifikasi kepatuhan pemasok, dan mengimplementasikan sistem ketertelusuran. Awalnya, regulasi ini dijadwalkan berlaku mulai 30 Desember 2024, namun karena kompleksitas pemetaan rantai pasok dan meningkatnya protes dari publik, tenggat waktu diperpanjang 12 bulan. Berdasarkan keputusan Dewan dan Komisi Uni Eropa, perusahaan menengah dan besar harus mematuhi regulasi ini paling lambat 30 Desember 2025, sementara usaha kecil dan mikro memiliki tenggat hingga 30 Juni 2026. Selain itu, pada 30 Juni 2025, Komisi Uni Eropa akan mengklasifikasikan negara-negara berdasarkan risiko deforestasi, dengan ketentuan khusus untuk produk berbasis kayu (Tax News, 2025).

Menurut Luca Fischer, Senior Head of Markets Indonesia di Koltiva, penundaan implementasi EUDR menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan. “Banyak perusahaan telah menginvestasikan jutaan dolar untuk mempersiapkan rantai pasok mereka, karena mereka melihat kepatuhan sebagai keunggulan kompetitif. Ketika kebijakan ditunda, muncul ketidakpastian yang dapat membuat perusahaan ragu apakah regulasi ini benar-benar akan diterapkan. Namun, Komisi Eropa telah menegaskan bahwa penundaan ini hanya berlangsung selama satu tahun dan bukan merupakan pelonggaran kebijakan. Tambahan waktu ini menjadi kesempatan bagi perusahaan yang sebelumnya belum sepenuhnya siap untuk mengurangi risiko ketidakpatuhan dan memastikan transisi yang lebih lancar,” jelasnya.

BacaJuga

Sistem Pintu Sliding Tingkatkan Efisiensi Operasional Gudang dan Area Industri

Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta

PTPN III (Persero) Ungkap Strategi Transformasi Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Luca menekankan bahwa perusahaan perlu berinvestasi dalam teknologi ketertelusuran yang akurat serta memiliki pemahaman mendalam tentang rantai pasok mereka. “Mencapai kepatuhan bukan hanya tantangan administratif, tetapi sebuah perjalanan yang mengharuskan perusahaan untuk menerapkan sistem ketertelusuran yang akurat dan strategi mitigasi risiko yang efektif,” tambahnya.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi yang berfokus pada ketertelusuran dan keberlanjutan, Koltiva telah mengembangkan berbagai solusi untuk membantu bisnis memenuhi persyaratan EUDR. Dengan kombinasi teknologi berbasis data dan keterlibatan langsung di lapangan, Koltiva membantu perusahaan untuk memetakan rantai pasok secara menyeluruh dan memastikan bahwa bahan baku tidak berasal dari area yang berkontribusi pada deforestasi.

Salah satu teknologi utama Koltiva adalah KoltiTrace, sebuah platform yang memungkinkan pemantauan rantai pasok secara real-time dari hulu hingga hilir. Luca menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan perusahaan melakukan penilaian risiko, mengidentifikasi titik rentan dalam rantai pasok mereka, serta mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif. “Teknologi ini tidak hanya membantu perusahaan memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan transparansi dan membangun kepercayaan antara pemasok, petani, dan konsumen,” ujarnya.

Luca juga menjelaskan bahwa tantangan kepatuhan berbeda bagi pelaku usaha di hulu dan hilir. “Pelaku usaha di hulu harus memetakan rantai pasok mereka secara langsung, sementara pelaku usaha di hilir harus memperketat proses uji tuntas mereka, termasuk evaluasi risiko setiap pemasok. Tahun lalu, banyak perusahaan di hilir yang berusaha sesegera mungkin memenuhi persyaratan sehingga telah banyak produk mereka yang lolos sebagai EUDR compliant. Namun, sekarang mereka memiliki waktu untuk mengoptimalkan proses mereka. Mereka perlu mencari cara untuk mengotomatisasi pengumpulan data, memastikan kepatuhan secara efektif, dan membangun sistem uji tuntas yang lebih andal.”

Selain solusi digital, verifikasi langsung di lapangan juga menjadi elemen kunci dalam memastikan kepatuhan terhadap EUDR. Koltiva mengerahkan tim agronomis yang bekerja langsung dengan petani dan pemasok untuk memastikan bahwa standar keberlanjutan benar-benar diterapkan. Luca menekankan bahwa tanpa pendekatan ini, perusahaan berisiko hanya mencapai kepatuhan administratif tanpa adanya verifikasi nyata di tingkat lapangan. “Kami percaya bahwa keberlanjutan harus bersifat holistik, bukan sekadar kewajiban administratif. Inilah mengapa kami mengombinasikan teknologi dengan intervensi langsung di lapangan, sehingga setiap bagian dari rantai pasok benar-benar memenuhi standar keberlanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Luca menyoroti bahwa kepatuhan terhadap EUDR bukan hanya tentang menghindari sanksi, tetapi juga tentang mempertahankan akses pasar dan membangun reputasi perusahaan sebagai bisnis yang bertanggung jawab secara lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu deforestasi dan keberlanjutan, perusahaan yang secara proaktif mengadopsi standar keberlanjutan akan memiliki daya saing yang lebih kuat. “Ke depan, transparansi dan ketertelusuran akan menjadi faktor kunci dalam menentukan keberlanjutan bisnis di sektor pertanian dan kehutanan,” ujarnya.

Meskipun banyak perusahaan masih merasa terbebani oleh regulasi ini, Luca optimis bahwa dengan teknologi dan strategi yang tepat, kepatuhan terhadap EUDR dapat dicapai tanpa mengganggu operasional bisnis. “Tantangan ini bisa menjadi peluang jika kita melihatnya sebagai kesempatan untuk membangun rantai pasok yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagi bisnis yang sedang mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan EUDR, solusi seperti yang ditawarkan oleh Koltiva menjadi langkah strategis dalam mengelola risiko sekaligus memastikan keberlanjutan jangka panjang di pasar global. Simak diskusi lengkap bersama Luca Fischer dalam BeyondTraceability Talks terbaru yang diselenggarakan oleh Koltiva di https://www.koltiva.com/beyond-traceability-talks-vol2.

Related Posts

Sistem Pintu Sliding Tingkatkan Efisiensi Operasional Gudang dan Area Industri

Sistem Pintu Sliding Tingkatkan Efisiensi Operasional Gudang dan Area Industri

8 Oktober 2026
Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

7 Oktober 2026
Rumah Digital untuk Silsilah Keluarga

Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta

7 Oktober 2026
Rumah Digital untuk Silsilah Keluarga

PTPN III (Persero) Ungkap Strategi Transformasi Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan

7 Oktober 2026
Rumah Digital untuk Silsilah Keluarga

Kopi sebagai Bagian dari Rutinitas, Bagaimana Agar Tidak Buat Dompet Boncos?

7 Oktober 2026
Rumah Digital untuk Silsilah Keluarga

Native Grup Perkuat Jejak di Industri F&B Lewat Inovasi dan Ekspansi Bisnis

7 Oktober 2026

Berita Terpopuler

  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Joyoboyo: Gunung Slamet Meletus Bisa Bikin Pulau Jawa Terbelah Jadi Dua?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Tani: Swasembada Pangan Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik dan Krisis Pangan Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poltekkes Tasikmalaya Latih Petugas Puskesmas Gunungsari Deteksi Dini Kanker Paru Lewat SATUSEHAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asep Eka Mulyana Dapat Diskresi Tiga Periode, Golkar Majalengka Bidik Tambah Kursi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id