CIAYUMAJAKUNING.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon menggelar kegiatan Training Raya Latihan Kader (LK) II dan Latihakan Kader Kohati (LKK) di gedung DPRD Kota Cirebon, Jumat (08/05).
Kegiatan itu menjadi bagian dari proses kaderisasi dalam membentuk generasi mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual.
Kepemimpinan serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.
Hadir dalam kesempatan Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang menilai LK II dan LKK merupakan bentuk konsistensi HMI dalam menjaga keberlanjutan regenerasi.
Kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam mencetak SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Mahasiswa merupakan mitra kritis pemerintah yang berkemampuan untuk membaca dan membedah persoalan tata kelola pemerintahan maupun kemasyarakatan,” ujarnya.
Pemkot Cirebon juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide, kritik, dan gagasan guna percepatan transformasi pembangunan daerah
Sementara itu, Ketua HMI Cirebon, M Akramul Farhan mengatakan LK II merupakan tahapan penting dalam proses penguatan kapasitas kader.
Baik dari sisi intelektual, kepemimpinan maupun pemahaman nilai-nilai keorganisasian.
LK II, lanjutnya, merupakan proses pembentukan kader supaya mampu menjalani setiap tahapan perjuangan di HMI dengan lebih matang.
“LK II juga bukan akhir dari proses kaderisasi karena masih ada jenjang berikutnya seperti LK III atau Advanced Training,” ucap Akramul.
Kader HMI tidak cukup hanya menjadi pengkritik tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
“Kita harus mampu memberikan solusi nyata kepada pemerintah dan masyarakat dengan cara-cara yang cerdas dan berbeda,” ungkapnya. ***



