spot_img
Jumat, Mei 15, 2026
More

    Yayasan Haji Karim Oei Cirebon Dampingi 200 Mualaf, Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi dan Mental

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Yayasan Haji Karim Oei menggelar kegiatan bertajuk Silaturahmi dan Ngobrol Bareng Seputar Kemualafan di salah satu mall Cirebon, Kamis (14/5/2026).

    Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus membangun kemandirian para mualaf di wilayah Ciayumajakuning.

    Puluhan mualaf dari berbagai daerah, mulai dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Bandung hingga Jakarta, hadir untuk berbagi pengalaman spiritual dan sosial setelah memeluk Islam.

    Kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi yang selama ini dinilai sangat dibutuhkan oleh para mualaf. Ketua panitia, Patrice Setiawati, mengungkapkan bahwa banyak mualaf menghadapi tantangan berat setelah memutuskan menjadi Muslim.

    Tidak sedikit yang harus berhadapan dengan penolakan keluarga, kehilangan dukungan ekonomi, hingga dikucilkan dari lingkungan terdekat.

    “Banyak mualaf menghadapi tekanan sosial setelah memutuskan memeluk Islam. Ada yang dikucilkan keluarga, dicoret dari kartu keluarga, bahkan kehilangan dukungan ekonomi. Karena itu kami ingin mereka merasa memiliki keluarga baru dan tidak berjalan sendiri,” ujar Patrice.

    Berdasarkan pendataan Yayasan Haji Karim Oei Cabang Cirebon, saat ini terdapat sekitar 200 mualaf di wilayah Cirebon yang membutuhkan pendampingan intensif serta program pemberdayaan yang berkelanjutan.

    Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan ini juga mempertemukan para mualaf dengan pengusaha dan lembaga sosial.

    Tujuannya adalah membuka akses terhadap peluang kerja, pelatihan keterampilan, serta program pemberdayaan ekonomi.

    “Kami ingin para mualaf ini bangkit dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ke depan akan ada kolaborasi dengan berbagai mitra untuk membuka akses pelatihan dan pemberdayaan,” kata Patrice.

    Langkah ini diharapkan mampu membantu para mualaf agar lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki sumber penghasilan yang layak.

    Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Yayasan Haji Karim Oei, Masjid Lautze, serta tokoh mualaf nasional. Salah satu pembicara yang menarik perhatian adalah Abah Oting, Penasehat Forum Komunikasi Tionghoa Indonesia.

    Dalam pemaparannya, Abah Oting menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan toleransi antarsesama.

    “Silaturahmi itu membuka pintu rezeki dan memperkuat persaudaraan. Kita diciptakan berbeda-beda untuk saling mengenal dan membantu,” tutur Abah Oting.

    Ia juga menjelaskan bahwa Masjid Lautze, yang dikenal dengan arsitektur bernuansa budaya Tionghoa, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan bagi masyarakat yang ingin mengenal Islam secara lebih mendalam.

    Melalui kegiatan ini, Yayasan Haji Karim Oei Cabang Cirebon berharap dapat membentuk komunitas mualaf yang solid, mandiri, dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan kehidupan, baik secara sosial, spiritual, maupun ekonomi.

    Dengan dukungan berbagai pihak, para mualaf diharapkan tidak hanya mendapatkan penguatan keimanan, tetapi juga kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories