CIAYUMAJAKUNING.ID – Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani turut meramaikan prosesi kegiatan Pesta Dadung dan Penanaman Pohon yang di gelar di Situ Hyang, Taman Mayasih, Kecamatan Cigugur, Kamis (04/06).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Upacara Adat Seren Taun 1959 Saka Sunda yang setiap tahun di gelar di Cigugur.
Sekaligus menjadi semangat pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.
Wabup Tuti menegaskan Seren Taun merupakan warisan luhur yang mengandung nilai syukur, kebersamaan dan penghormatan terhadap alam yang harus terus di jaga.
“Pesta Dadung menjadi simbol harmonisasi hubungan manusia dengan alam,” tuturnya.
Tuti mengatakan tradisi ini mengajarkan bahwa seluruh makhluk hidup memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Nilai-nilai tersebut sangat relevan di tengah berbagai tantangan lingkungan yang di hadapi saat ini.
“Mulai dari perubahan iklim hingga menurunnya kualitas sumber daya alam,” ungkapnya.
Wabup Tuti uga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan gerakan menanam pohon sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
Menurutnya menanam pohon tak hanya menanam harapan tetapi juga bentuk rasa syukur atas anugerah alam yang telah di berikan.
Usai prosesi utama, rangkaian kegiatan di lanjutkan dengan pembuangan hama secara simbolis sebagai wujud penghormatan terhadap keseimbangan alam.
Prosesi tersebut menggambarkan kearifan leluhur dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan tanpa merusak tatanan ekosistem.
Peserta lalu melakukan penanaman pohon di kawasan sekitar kegiatan sebagai upaya menjaga Kabupaten Kuningan sebagai daerah konservasi.
Kemeriahan rangkaian acara semakin terasa dengan digelarnya Pawai 1.000 Kentongan yang berlangsung dari Taman Mayasih menuju Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur.
Seluruh peserta membunyikan kentongan sambil berjalan beriringan sebagai simbol persatuan, gotong royong dan kuatnya ikatan budaya. ***



