CIAYUMAJAKUNING.ID – Kementerian Komdigi menggelar Pertunjukan Kesenian Rakyat “Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga: Warga Sehat Bangsa Kuat” di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (02/06) malam.
Kegiatan menghadirkan hiburan rakyat berupa pagelaran wayang golek Ki Dalang Yogaswara Kusnandar dan layanan cek kesehatan gratis.
Sejak siang hari, masyarakat mulai berdatangan mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur edukasi, kesehatan dengan pelestarian budaya lokal tersebut.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman (Jigus) yang juga turut hadir mengapresiasi kegiatan ini.
Menurutnya, kegiatan yang memadukan edukasi kesehatan dengan kesenian rakyat di nilai menjadi pendekatan yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan ke masyarakat.
“Pesan kesehatan menjadi lebih mudah di pahami, lebih dekat dengan masyarakat dan tentunya lebih menyenangkan,” kata Jigus.
Ia juga menilai tema “Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga” sangat relevan dengan kondisi saat ini karena menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sekaligus mental.

“Warga yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang produktif dan pada akhirnya menjadi fondasi bagi bangsa yang maju,” tutur Jigus.
Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi Marroli Jeni Indarto mengatakan kegiatan itu merupakan bagian upaya pihaknya menyosialisasikan program prioritas Presiden RI.
Menurutnya, salah satu isu yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah kesehatan mental anak di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
Kemudahan akses terhadap berbagai konten di internet berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan mental generasi muda.
Karena itu, Kementerian Komdigi terus mendorong berbagai kebijakan perlindungan anak di ruang digital.
Termasuk pembatasan usia penggunaan media sosial sebagai upaya menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Baik kesehatan jasmani maupun mental sekaligus tetap melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. ***



