CIAYUMAJAKUNING.ID – Mahasiswa Universitas Majalengka (UNMA) dengan bangga memamerkan karyanya di dunia teknologi melalui gim atau permainan digital bertajuk Mandala dalam gelaran Majalengka Creative Festival Ekraf di Gedung Majalengka Creative Center (MCC), Kamis (22/10).
Gim ini secara spesifik mengangkat legenda Nyi Rambut Kasih sebagai tokoh utama dalam permainan yang memadukan unsur hiburan, edukasi dan kearifan lokal.
Kehadiran gim Mandala menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi digital dalam memperkenalkan sejarah dan identitas budaya Majalengka kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Gim Mandala di kembangkan oleh lima mahasiswa Jurusan Informatika, Fakultas Teknik UNMA yang di ketuai Andika Rahmatullah.
Menariknya, pengembangan gim tersebut berawal dari tugas mata kuliah dan di selesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.
Dari sebuah tugas akademik, tim mahasiswa ini berhasil menghasilkan karya digital yang mengangkat cerita lokal ke dalam format permainan interaktif.
Gim Mandala mengambil latar cerita legenda Nyi Rambut Kasih yang lekat dengan sejarah dan identitas Kabupaten Majalengka.
Dalam permainan, Nyi Rambut Kasih di gambarkan sebagai sosok pelindung yang berupaya menjaga keberadaan Buah Maja serta kelestarian Bahasa Sunda Majalengka dari ancaman pasukan musuh yang di pimpin seorang pangeran asal Cirebon.
Buah Maja yang menjadi simbol identitas Majalengka berfungsi sebagai representasi nyawa karakter dalam gim.
Legenda yang selama ini di kenal melalui cerita lisan maupun kisah sejarah di hadirkan dalam bentuk permainan digital yang dekat dengan kebiasaan generasi muda.
Dari sisi mekanisme permainan, Mandala mengusung genre fast typing game atau permainan mengetik cepat.
Pemain di tantang untuk mengetik kata-kata yang muncul di layar dengan cepat dan tepat guna menghadapi serangan prajurit musuh.
Kecepatan pemain dalam mengetik menjadi faktor penting untuk mempertahankan nyawa karakter.
Apabila pemain tidak mampu menyelesaikan tantangan dengan baik, nyawa yang di simbolkan melalui Buah Maja akan berkurang.
“Konsep ini memadukan unsur hiburan dengan keterampilan mengetik, sehingga pemain tidak hanya menikmati alur cerita, tetapi juga ditantang untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam menggunakan papan ketik,” ujar Andika.
Saat ini gim Mandala telah di publikasikan melalui platform situs web yang membuka peluang bagi gim lokal ini untuk menjangkau pengguna yang lebih luas.
Kadiskominfo Majalengka Irwan menilai gim Mandala menjadi contoh perpaduan teknologi modern dengan upaya pelestarian budaya daerah.
“Mengangkat cerita rakyat seperti Nyi Rambut Kasih dan Bahasa Sunda Majalengka ke dalam format gim digital adalah langkah kreatif yang sangat efektif untuk mengenalkan sejarah serta kebudayaan lokal kepada generasi muda saat ini,” ujarnya.
Irwan menilai kreativitas anak muda perlu terus di dorong agar mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan teknologi. ***









