spot_img
Sabtu, Mei 16, 2026
More

    Meriah Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kota Cirebon

    CIAYUMAJAKUNING.IDKota Cirebon menggelar kirab budaya Mahkota Binokasih dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda sebagai ruang pertemuan budaya, sejarah dan nilai kebersamaan, Minggu (10/05) malam.

    Kegiatan yang bertajuk Napak Tilas Padjadjaran ‘Mahkota Bertahta Cinta’ itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

    Kirab budaya di mulai dari kawasan Gedung BAT dan melintasi sejumlah ruas jalan utama sebelum berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan.

    Masyarakat tampak memadati sisi jalan menyaksikan iring-iringan kirab yang menampilkan ragam kesenian dan budaya khas Jabar.

    Alunan musik tradisional mengiringi langkah para peserta kirab.

    Berbagai atraksi seni di tampilkan dengan penuh semangat.

    Mulai dari tari tradisional, musik daerah hingga simbol-simbol budaya Sunda yang sarat makna sejarah.

    Di Alun-alun Sangkala Buana juga telah di padati warga yang menyaksikan rangkaian pertunjukan seni dan budaya di panggung utama.

    Nuansa tradisi berpadu dengan semangat kebersamaan menjadikan malam budaya itu terasa begitu hidup.

    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) menilai kirab budaya ini merupakan upaya membangun jembatan antara masa lalu dan masa depan.

    “Masa lalu itu filosofi, histori dan ideologi sedangkan masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan bersama,” ujarnya.

    Ia menilai Jabar memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan masih terjaga hingga saat ini.

    Keberadaan bangunan keraton beserta nilai-nilai yang di wariskan turun-temurun menjadi bukti bahwa identitas budaya yang tetap hidup.

    KDM juga menegaskan pembangunan daerah harus memiliki karakter dan berpijak pada budaya sendiri.

    Pembangunan yang berlandaskan ideologi dan kebudayaan akan melahirkan masyarakat yang memiliki kesadaran, kecerdasan dan jati diri yang kuat.

    Menurutnya, Cirebon adalah kota yang terbuka, mempertemukan pemahaman agama, sejarah dan alam.

    “Cirebon sesungguhnya miniatur pluralisme Indonesia. Dari kota ini kita belajar tentang Islam yang inklusif dan penuh nilai kewalian,” kata KDM.

    Ia pun berkeinginan jika di setiap gang di Kota Cirebon ada gapura-gapura budaya.

    “Kita harus mengembalikan kewibawaan Kota Cirebon sebagai kota yang memiliki sejarah dan karakter kuat,” jelas KDM.

    Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan pihakna ingin terus membangun dan menata kota dengan tetap menjaga nilai budaya serta identitas daerah.

    Kegiatan budaya seperti Milangkala Tatar Sunda menjadi momentum memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap warisan sejarah dan budaya.

    “Budaya berperan penting dalam mempererat persaudaraan, menjaga identitas daerah sekaligus menjadi fondasi pembangunan Kota Cirebon,” pungkasnya. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories