Connect with us

Teknologi

UMKM di Majalengka Hanya 0,054 Persen Gunakan Digitalisasi dalam Pemasaran

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Data BPS pada tahun 2024 menyebutkan sekitar 34.000 UMKM beroperasi di Kabupaten Majalengka dan peningkatan jumlah unit usaha ini menunjukkkan adanya lonjakan pertumbuhan UMKM yang signifikan di Kota Angin.

Kontribusi UMKM juga terlihat peranannya dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) daerah.

Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan serius terutama dalam aspek pemasaran produk secara digital.

Pemanfaatan dunia digital sebagai sarana pemasaran produk UMKM di nilai masih sangat minim.

Berdasarkan indeks digital, hanya 0,054 persen pelaku UMKM di Majalengka yang memanfaatkan digitalisasi dalam proses pemasaran.

Advertisement

Hal ini menjadi perhatian serius pemkab mengingat potensi digital dapat membantu meningkatkan pendapatan dan daya saing produk lokal.

Untuk itu, Pemkab Majalengka telah menggulirkan berbagai inisiatif, salah satunya adalah dengan memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pembuatan NIB dapat di lakukan secara gratis melalui mobil strategi kolaboratif pelayanan perizinan cepat (Sakocepat).

Melalui program Sakocepat, sebanyak 13 ribu pelaku UMKM telah memiliki NIB dan ditargetkan mencapai 40 ribu pelaku UMKM pada akhir tahun.

Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya legalitas usaha sebagai landasan mengakses berbagai fasilitas pendukung bisnis.

Advertisement

Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk membuka akses pelaku UMKM terhadap berbagai layanan digital.

Mulai dari pemasaran online, pengelolaan keuangan berbasis digital hingga akses ke pasar global.

Melalui NIB, pelaku UMKM di harapkan lebih mudah melakukan registrasi usaha, mendapatkan kepercayaan dari mitra bisnis dan lembaga keuangan.

Di era sekarang, transformasi digital merupakan kunci utama untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.

Pemanfaatan platform e-commerce dan media sosial menjadi salah satu solusi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Advertisement

Tantangan lainnya juga terletak pada pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan teknologi digital.

Pendampingan dan pelatihan mengenai digitalisasi sangat di perlukan guna mempercepat proses adaptasi dan meningkatkan kompetensi SDM lokal.

Selain itu, pengembangan SDM lokal menjadi prioritas dalam rangka menciptakan ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

Dengan menggali potensi SDM, di harapkan pelaku UMKM dapat mengembangkan inovasi, meningkatkan kualitas layanan dan memanfaatkan peluang pasar secara optimal.

Sinergitas antara peningkatan digitalisasi dan pengembangan SDM ini di yakini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Majalengka yang inovatif dan kompetitif. ***

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend