Connect with us

Ekbis

Pasang Surut Sirup Pusaka Cirebon Yang Berdiri Sejak 1960

Published

on

Cirebon: Cirebon memiliki pilihan Sirup yang tak kalah enak dan segar dengan lainnya. Yakni Sirup Pusaka di Kampung Wisata Kanoman Utara Gang Kelapa Jajar Kelurahan Pekalipan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon.

Sirup Pusaka Cirebon beroperasi sekitar tahun 1960-an. Proses pembuatan Sirup Pusaka Cirebon tersebut masih tradisional.

“Tanpa bahan pengawet hanya gula, air dicampur perasa hingga pewangi makanan untuk menimbulkan rasa khas Sirup kami Pisang Susu dan Jeruk Manis,” kata penerus Generasi Kedua Sirup Pusaka Cirebon Han Han, Minggu (12/1/2020).

Han Han mengaku, perkembangan usaha Sirup Pusaka Cirebon tersebut tak seperti usaha pada umumnya. Pengelola mengaku masih banyak kendala pada proses pemasaran dan produksi.

Dia menyebutkan, penjualan Sirup Pusaka hanya ada di beberapa toko sekitar Pasar Kanoman Cirebon. Sirup tersebut banyak dipesan untuk momen Lebaran saja.

Advertisement

“Banyak pesanan kalau untuk THR an jadi salah satu bingkisan dari parsel. Pelanggan tetap kami keluarga Keraton Kanoman Cirebon,” kata dia.

Jika mendekati hari H Lebaran, Han Han kerap melayani banyak pesanan. Satu sirup dijual Rp 22 ribu untuk eceran, dan Rp 21 ribu untuk pembelian per lusin.

Dia mengaku, minimnya modal dan SDM menjadi kendala dalam tidak berkembangnya usaha Sirup Pusaka tersebut.

“Produksi tidak tentu jumlahnya tapi tiap hari ada saja yang membeli. Biasanya kalau beli satu lusin bisa kami selesaikan hari itu juga kalau belinya diatas satu lusin nanti nunggu kami bikin dulu,” ujar dia.

Sementara itu, Dia mengatakan, bahan utama sirup pusaka yakni Gula dan air serta perasa. Bahan utama tersebut kemudian diaduk hingga mengental hingga menjadi sirup.

Advertisement

Rasa sirup yang manis segar dapat melepas dahaga bagi yang merasa kehausan. Bahkan, kata dia, sirup tersebut bisa memunculkan rasa baru.

“Kalau yang rasa Pisang Susu dan Jeruk Manis dicampur jadinya rasa baru. Nah rasa apa namanya sampai sekarang saya belum nemu,” kata Han Han.

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend