Connect with us

Ekbis

Serikat Nelayan NU Majalengka Budidayakan Ikan Air Tawar untuk Ekspor

Published

on

Serikat Nelayan NU

Ciayumajakuning.ID – “Selamat dan sukses atas terselenggaranya kongres pertama Serikat Nelayan NU di Nusa Tenggara Barat. Hal itu menjadi tonggak sejarah bagi nelayan yang bernaungan di Nahdlatul Ulama,” demikian dikatakan Ketua SNNU Majalengka, Muhammad Habibie.

Saat dihubungi oleh Kontributor NU Jabar Online, Senin (14/12/2020), dia sedang mengikuti Kongres I Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama di Pondok pesantren Qomarul Huda Bagum, desa Bagu, Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.

Habibie menjelaskan, bahwa daerah Kabupaten Majalengka memang tidak memiliki daerah kelautan seperti Indramayu dan Cirebon. Akan tetapi kedepan SNNU Majalengka berharap menjadi daerah eksportir budidaya Lele maupun Gurame. Dan peminat kedua komoditi perikaanan ini sangat banyak.

Seperti diketahui, budi daya air tawar sekarang berada di bawah Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Nelayan itu bukan hanya yang mencari ikan di Laut saja tetapi yang mencari ikan di perairan sungai pun disebut nelayan bahwa di Majalengka sudah ada 200 komunitas nelayan. SNNU Majalengka berharap menjadi daerah eksportir budi daya lele atau gurame,” terang laki-laki yang biasa dipanggil Habibie ini.

Advertisement

“Tidak hanya ngaji saja tetapi para santri pun diharapkan bisa budidaya ikan baik itu budidaya lele maupun budidaya gurame di pondok pesantrennya,” ungkap Alumni Pasca UNUSIA Jakarta

Sementara itu, Sekretaris SNNU Majalengka, Iding Jaenudin mengapresiasi kegiatan kongres pertama SNNU di NTB. SNNU menjadi garda terdepan dalam permasalahan nelayan dan juga melindungi hak-hak nelayan. Terlebih lagi dalam pengembangan program nelayan. Selain itu, walaupun baru, SNNU diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk warga NU saja tetapi juga bisa melindungi hak-hak nelayan pada umumnya.

Laki-laki yang menjabat kepala Desa Sukaraja Kulon, kecamatan Jatiwangi ini menambahkan bahwa kongres pertama ini bisa dijadikan momentum untuk konsolidasi serta mempererat antar pengurus baik tingkat wilayah maupun dengan pusat. Sehingga suara dari daerah bisa sampai ke pusat pengambil kebijakan terkait perikanan.

“kongres ini dijadikan momentum untuk memperkokoh antar pengurus pusat dengan pengurus wilayah serta dijadikan wadah menuju kesejahteraan para nelayan,” tandasnya.***

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend