Lifestyle
1,4 Juta Remaja Putri Jabar Serentak Minum Tablet Penambah Darah

CIAYUMAJAKUNING.ID – Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menggelar acara ‘Kampanye Gizi Seimbang dan Gebyar Minum Tablet Tambah Darah (TTD) Serentak’ yang diadakan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Kamis (11/08).
Sebanyak 1,4 juta remaja putri yang berusia 12-18 tahun meminum TTD serentak pada kegiatan itu.
Menurut Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi, kegiatan itu merupakan bagian dari upayanya sebab program tersebut gratis dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Berdasarkan informasi, saat ini sekitar 41,8 persen remaja putri di wilayah Jawa Barat menderita anemia atau kekurangan darah merah,” ucap Dedi di sela-sela acara.
Jika mereka terkena anemia, imbuhnya, maka akan mengganggu pemikiran, pembelajaran dan sebagainya.
Oleh karena itu, kata Dedi, kegiatan minum TTD serentak bertujuan untuk mencegah permasalahan kesehatan yang dihadapi remaja putri seperti stunting.
“Terlebih, mereka ke depannya akan menjadi ibu hamil, yang akan menjadi pencipta-pencipta generasi masa depan,” katanya.
Ke depannya, lanjut Dedi, setiap minggu mereka akan rutin meminum tablet penambah daerah selama setahun.
“Jadi nanti dikasih kartu untuk melakukan monev dan selain itu, ada Aplikasi Ceria, itu ada di Play Store. Aplikasi ini mengingatkan remaja putri kalau belum minum tablet penambah darah,” kata dia.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jabar, Atalia Praratya menuturkan penyebab remaja putri mengalami anemia karena berbagai faktor seperti sistem hormon saat menstruasi.
Saat ini, menurutnya, cukup banyak remaja putri yang menjalani diet ketat namun secara gizi tidak terpenuhi dengan baik sehingga tidak seimbang.

Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya saat memberi sambutan. (humas Dinkes Jabar)
Hal itu secara tidak langsung bisa menyebabkan anemia pada remaja putri selain dikarenakan padatnya aktivitas.
“Jadi dengan kita berikan TTD ini agar sehat dan menghadirkan generasi yang tidak stunting, jadi sehat mulai dari remaja putri,” ujar Atalia.
Sementara itu Kemenkes memberikan TTD kepada remaja putri sebagai upaya menciptakan Indonesia sehat.
“Tabletnya diminum pada saat remaja, sebelum hamil, dan setelah melahirkan,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor, Kamis (11/08).
Jumlah ibu melahirkan yang meninggal setiap tahun, menurutnya, mencapai sekitar 7.000 orang, sementara bayi lahir meninggal mencapai sekitar 25.000.
“Salah satu penyebabnya adalah kurang zat besi,” kata Menkes Budi.
Perempuan hamil yang kekurangan zat besi, tambah dia, kemungkinan meninggalnya tinggi saat melahirkan karena kekurangan darah.
“Jadi tugas saya memastikan adik-adik ini sehat dan harus dipastikan zat besinya cukup. Itu mesti minum tablet tambah darah,” tutur Menkes Budi.
Dalam kesempatan itu, Menkes Budi berpesan kepada remaja agar rajin berolahraga, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan makan makanan bergizi seimbang.
“Titipan saya itu saja, agar teratur minum tablet tambah darah untuk mencegah kematian ibu, rajin berolahraga dan makan makanan bergizi agar sehat,” pintanya. ***
- Teknologi2 tahun ago
SamFW Tool 4.0 Tool Gratis FRP Samsung Cukup Satu Klik
- Lirik Lagu2 tahun ago
Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia
- legal2 tahun ago
Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya
- Kuliner5 tahun ago
Menyesap Kopi Lunaira Usung Konsep Bayar Seikhlasnya
- Teknologi2 tahun ago
Download TFT Unlock 2023 V3.1.1.1 Update ByPass FRP Tool dan Unlock iPhone dan iPad
- Umum2 bulan ago
Istimewa, Bupati Terpilih Kuningan Dian Rachmat Yanuar Rayakan HUT ke-57
- Umum4 bulan ago
BBGP Jabar Gelar Program Kareta Sobat di Gedung Linggarjati Kuningan
- Budaya4 bulan ago
Tradisi Memitu Indramayu Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia