https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Selasa, 15 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Perburuan di Batavia Penyebab Harimau Jawa Punah

by Sudastika
30 Juli 2025
in Umum
Perburuan di Batavia Penyebab Harimau Jawa Punah

CIAYUMAJAKUNING.ID – Sejarawan Peter Boomgaard dan Hendrik E. Niemeijer pernah menuliskan adanya serangan teror harimau di Jawa dalam kurun Waktu 1633 hingga 1687, bagaimana kisahnya?

Jakarta dulu namanya Batavia, pada tahun 1600an yang mendirikan Batavia adalah JP Coen dan Souw Beng Kong.

BacaJuga

Kenangan Terakhir KDM untuk Kanaya: Tabungan Honor Rp400 Juta Disimpan Bertahun-tahun

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Alokasi Perbaikan Jalan

Polres Majalengka Musnahkan 5.190 Botol Miras Hasil Penertiban

Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Mereka mendatangkan warga Tionghoa dari Cina untuk membangun Batavia, ada yang ahli pertukangan, arsitektur, perkebunan, masak dan ahli perdagangan.

Sehingga Batavia menjadi pusat perdagangan.

Tahun 1600 Batavia hanya sebagian kecil wilayahnya yang di huni manusia sebelum jadi pusat perdagangan,
masih berupa hutan lebat.

Sementara sisanya di penuhi oleh satwa liar, termasuk harimau Jawa.

Dalam kondisi seperti itu, penduduk tak hanya hidup di bawah tekanan sistem kolonialisme tetapi juga menghadapi ancaman nyata dari harimau yang berkeliaran bebas.

Sejarawan Peter Boomgaard dalam bukunya Frontiers of Fear (2001) mencatat kurun waktu antara 1633-1687 atau tiga dekade pertama kekuasaan VOC.

Terdapat setidaknya 30 laporan tentang orang yang di bunuh atau di serang harimau.

Kebanyakan serangan terjadi di sekitar kebun tebu yang kala itu menjadi habitat populer harimau.

Selain rimbun dan tersembunyi, ladang tebu juga kerap menjadi tempat berkeliarannya makanan harimau, yakni babi.

Pada 1644, seorang warga Cina di ceritakan tewas di serang dari belakang oleh harimau saat berburu bersama beberapa tentara di siang hari.

Namun, serangan tidak hanya terjadi di ladang.

Di kawasan terbuka seperti jalanan harimau juga berkeliaran.

Tahun 1659, Boomgaard mencatat 14 orang menjadi korban serangan harimau di Ancol dalam waktu hampir bersamaan.

Mereka diserang dan ada yang di seret dari jalanan ke hutan.

“Rekan-rekannya yang masih selamat melepaskan beberapa tembakan hingga harimau melepaskan korban,” tulis Boomgaard.

Harimau juga mengincar orang Eropa, korban pertama tercatat namanya adalah Louis van Brussel yang tewas di terkam harimau pada tahun 1668.

Tentu, catatan Boomgaard hanya gunung es.

Di luar sana, masih banyak orang jadi korban serangan harimau yang tidak tercatat.

Atas situasi yang kian mengancam, pemerintah kolonial pun mengambil tindakan.

Perburuan harimau di gelar sebagai langkah perlindungan bagi penduduk dan pekerja di sekitar Batavia.

Pemerintah Turun Tangan
Sejarawan Hendrik E. Niemeijer dalam Batavia, Masyarakat Kolonial Abad XVII (2012) mencatat pada tahun 1644.

VOC pernah mengerahkan sekitar 800 orang untuk memburu harimau.

Hewan-hewan buas itu kemudian di bunuh dan bangkainya di pamerkan di depan Balai Kota yang kini berada di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Tak hanya melibatkan pasukan resmi, VOC juga mengajak masyarakat sipil untuk ikut serta dalam perburuan.

Sebagai imbalannya, VOC memberikan hadiah uang tunai yang jumlahnya bervariasi.

Alias tergantung pada ukuran dan tingkat keganasan harimau yang ditangkap.

Menurut catatan sejarawan Peter Boomgaard, untuk harimau biasa hadiah yang diberikan sekitar 10 ringgit.

Nominal ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras satu keluarga selama setahun.

Insentif ini mendorong banyak orang melakukan perburuan secara mandiri demi meraih keuntungan.

Akibatnya, populasi harimau menyusut drastis.

Boomgaard mencatat setiap tahun lebih dari 50 harimau terbunuh hanya di sekitarr Batavia.

Dalam riset berjudul ‘The Last Tiger in East Java: Symbolic Continuity in Ecological Change; (1995) antropolog R. Wessing menjelaskan.

Perburuan harimau di sebabkan oleh perubahan peta ekonomi di Jawa.

Masifnya pembukaan hutan untuk keperluan perkebunan dan ekonomi kolonial memicu gesekan antara hewan buas itu dan manusia.

Akibatnya, konflik pun tak terelakkan.

Harimau menyerang ternak dan manusia dengan rata-rata korban jiwa mencapai 2.500 orang per tahun.

Demi alasan keamanan, manusia lantas berburu harimau.

Alhasil, perburuan yang berlangsung selama bertahun-tahun membuat populasi harimau, khususnya harimau Jawa, menurun drastis.

Pada 1940, di perkirakan hanya tersisa 200-300 ekor. Jumlah ini terus menyusut hingga harimau Jawa di nyatakan punah pada 1980. ***

Oleh: Jeremy Huang Wijaya

Tags: BataviaCiayumajakuningHarimauheadlineSuhu Jeremy

Related Posts

Kenangan Terakhir KDM untuk Kanaya: Tabungan Honor Rp400 Juta Disimpan Bertahun-tahun

Kenangan Terakhir KDM untuk Kanaya: Tabungan Honor Rp400 Juta Disimpan Bertahun-tahun

14 September 2026
Investigasi Inspektorat Belum Ungkap Titik Terang, KDM Bakal Turun Langsung ke Sumedang

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Alokasi Perbaikan Jalan

12 September 2026
160 Warga Kuningan Terima ATENSI Sekolah Rakyat

Polres Majalengka Musnahkan 5.190 Botol Miras Hasil Penertiban

12 September 2026
Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

12 September 2026
Investigasi Inspektorat Belum Ungkap Titik Terang, KDM Bakal Turun Langsung ke Sumedang

Investigasi Inspektorat Belum Ungkap Titik Terang, KDM Bakal Turun Langsung ke Sumedang

11 September 2026
KDM Sebut WFH di Pemprov Jabar Berjalan Efektif

KDM Imbau Bobotoh Tak Berangkat ke Jakarta

11 September 2026

Berita Terpopuler

  • anik arnika mabok ngeslot

    Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palagan Festival: Cara Unik Desa Alamanis Cirebon Menjaga Eksistensi Tari Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Purnabakti, 246 ASN Pemkab Cirebon Diberi Pembekalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Kuliah S1 Hemat ke Luar Negeri Ya Program 3+1!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Swasembada Pangan, Majalengka Tanam Bawang Putih Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id