CIAYUMAJAKUNING.ID – Kabupaten Cirebon berupaya mendorong pelaku UMKM supaya kian berdaya saing salah satunya dengan kegiatan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang di gelar oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Cirebon.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya sinergi antara pemkab, lembaga pembiayaan dan otoritas keuangan dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi yang ikut hadir mengatakan kiprah PNM di nilai telah banyak membantu pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon.
“Baik dari segi pembinaan maupun permodalannya,” imbuhnya.
Imron berharap dukungan serupa juga terus datang dari PNM, OJK dan pihak lain supya para pelaku UMKM Kabupaten Cirebon kian berkembang.
“Karena UMKM berperan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut juga di berikan hadiah umrah bagi empat pelaku UMKM binaan terbaik.
Menurut Imron, sebagian besar pelaku UMKM tumbuh menjadi penggerak utama perekonomian di berbagai wilayah.
Ia berharap supaya para pelaku UMKM terus di bina agar semakin kreatif, inovatif dan mampu memperluas pasar produknya.
Pemkab Cirebon ingin produk lokal kian di kenal karena kreativitas para pelaku UMKM tentunya dengan pembinaan yang tepat.

Ketua PNM Cirebon Erwin Sariyadi, menjelaskan PKU merupakan agenda tahunan yang menjadi puncak serangkaian pelatihan bagi pelaku usaha binaan.
Tahun ini, pihaknya menghadirkan sekitar 500 pelaku UMKM pilihan dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.
PNM Cirebon membantu dari proses awal mulai dari perizinan, sertifikasi halal hingga pemasaran produk.
:Jadi bukan hanya modal, tapi juga pembinaan dan pendampingan agar usaha mereka bisa tumbuh berkelanjutan,” jelasnya.
Erwin menyebutkan, total nasabah PNM di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 180 ribu pelaku usaha menjadikan sebagai salah satu PNM terbesar di Jabar.
Menurutnya PNM menerapkan konsep pembiayaan plus pembudayaan.
“Jadi, setiap pengembalian nasabah, kami kembalikan lagi dalam bentuk pelatihan dan kegiatan pengembangan kapasitas usaha,” ulas Erwan.
Ketua OJK Cirebon Agus Mutholib menegaskan pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, program PKU yang di inisiasi PNM sejalan dengan upaya OJK dalam meningkatkan kemandirian finansial masyarakat.
OJK juga berperan aktif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.
“Kami ingin pelaku UMKM juga bisa mengelola keuangannya dengan baik agar memiliki kemandirian finansial yang kuat,” jelas Agus. ***









