CIAYUMAJAKUNING.ID – Disbudpar Kabupaten Cirebon tengah berupaya menelusuri potensi sejarah dan budaya dengan mengunjung Situs Buyut Kiwot, Desa Wotgali, Kecamatan Plered, Jumat (25/09).
Kunjungan guna menjaga warisan budaya itu di lakukan via pendataan untuk melihat potensi budaya yang terdapat di kawasan Situs Buyut Kiwot.
Penelusuran juga mencakup sejarah situs, potensi cagar budaya, serta berbagai tradisi masyarakat yang masih berlangsung.
Kadisbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno mengatakan pihaknya memastikan berbagai informasi mengenai situs ini dapat terdokumentasi dengan baik.
“Termasuk sejarah, kondisi fisik, serta tradisi masyarakat yang masih berlangsung hingga saat ini,” tambahnya.
Menurut Fajar, pelestarian budaya tidak hanya berfokus pada bangunan atau benda peninggalan tapi juga menjaga tradisi dan nilai-nilai yang di wariskan oleh masyarakat.
“Karena itu, kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa dapat terus berperan dalam merawat dan melestarikan Situs Buyut Kiwot sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Cirebon,” harapnya.
Keterangan masyarakat, tradisi lisan, sumber tertulis, dokumentasi dan data pendukung lainnya menjadi bagian yang dapat di gunakan dalam proses pendataan.
Pemkab Cirebon juga memperhatikan potensi Situs Buyut Kiwot sebagai cagar budaya.
Selain itu, tradisi masyarakat yang berkaitan dengan Situs Buyut Kiwot turut menjadi perhatian.
Sejumlah tradisi masih berlangsung, di antaranya Kliwonan, pergantian sirap atau welit, iring-iringan serta kegiatan gotong royong masyarakat.
Pemkab juga melihat peluang pelestarian situs dan tradisi lokal melalui kesenian, kerajinan, kuliner tradisional serta produk lokal
Ke depan, pendataan dapat di lanjutkan melalui pengumpulan informasi sejarah, dokumentasi kondisi situs, penelusuran sumber sejarah, pencatatan tradisi,serta kajian terhadap potensi budaya. ***








