CIAYUMAJAKUNING.ID – Guna menambah pasokan air irigasi di tengah musim kemarau panjang dan fenomena El Nino, pompa air bertenaga surya di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka mulai di operasikan oleh Kementerian PU, Rabu (29/07).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan langkah ini guna mengantisipasi dampak kekeringan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” katanya, Senin (03/8).
Pengoperasian dil akukan usai Pemkab Majalengka mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian PU melalui BBWS Cimanuk-Cisanggarung menyusul mulai meluasnya dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
Sistem pompanisasi berkapasitas 150-400 liter per menit di pasang pada titik yang masih memiliki ketersediaan air.
Kemudian mengalirkannya menuju jaringan irigasi yang tidak lagi mampu berfungsi secara gravitasi akibat penurunan muka air.
Suplai air di manfaatkan untuk melayani sekitar 250 hektare areal persawahan.
Langkah ini di lakukan supaya kebutuhan tanaman pada fase pertumbuhan tetap terpenuhi dan risiko gagal panen dapat di tekan.
Selain itu, penggunaan sumber energi juga membantu menekan biaya operasional.
Bupati Majalengka Eman Suherman berharap ketersediaan air irigasi tersebut dapat mendukung kelangsungan musim tanam dan mempertahankan produktivitas lahan pertanian selama periode kemarau.
“Saya meminta BBWS menyiapkan solusi jangka pendek sekaligus memikirkan penanganan jangka panjang. Kami datang ke lokasi untuk memastikan penanganan segera dilakukan,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan teknologi pompa bertenaga surya, penanganan kekeringan tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga menjadi model pengelolaan irigasi yang lebih efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan. ***









