CIAYUMAJAKUNING.ID – Bupati Cirebon Imron Rosyadi menghadiri pelantikan ASN di gedung BKPSDM Kabupaten Cirebon dan berpesan jika hal itu merupakan komitmen moral dan profesional sebagai aparatur negara, Jumat (17/04).
Ia menambahkan momentum pengangkatan ASN menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.
Para ASN di minta mensyukuri pencapaian tersebut dengan menunjukkan kinerja berkualitas dan semangat kerja tinggi.
“Sumpah dan janji yang telah di ucapkan pada hakikatnya merupakan kesanggupan saudara untuk menjalankan tugas dan fungsinya,” ujar Imron.
Ia juga mengingatkan agar para PNS berpedoman pada core values ASN BerAKHLAK serta employee branding ‘Bangga Melayani Bangsa’.
Nilai-nilai tersebut harus tertanam dan tercermin dalam pelayanan publik.
ASN memiliki peran strategis sebagai pelaksana kebijakan, pelayan masyarakat sekaligus perekat persatuan bangsa.
Karena itu, Imron mendorong seluruh ASN yang baru di angkat segera memahami dan mengimplementasikan reformasi birokrasi.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon Ade Nugroho mengatakan kebutuhan ASN Pemkab Cirebon sebenarnya masih belum terpenuhi.
“Kebutuhan PNS kalau dari Anjab ABK (Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja), ya masih ada kekurangan,” ujarnya.
Ade menambahkan UU HKPD (Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah) mewajibkan tahun depan belanja pegawai maksimal 30 persen.
Keterbatasan fiskal menjadi alasan utama pemda tidak membuka rekrutmen ASN pada 2026.
“Karena tadi, keterbatasan fiskal anggaran mewajibkan setiap daerah itu belanja pegawainya maksimal 30 persen,” katanya.
Namun demikian, Ade menilai solusi juga bergantung pada penataan beban kerja dan struktur organisasi.
“Kalau untuk beban kerja itu, kan, sudah dihitung. Jadi, perlu nanti untuk beban kerja sesuai dengan kelembagaan,” ujarnya.
“Paling kalau mau, ya, berarti ada penyederhanaan birokrasi, dihitung kembali Anjab ABK-nya,” tutup Ade. ***



