https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Ekbis

Porsi Tabungan Konsumen Menurun, Financial Consultant Dhiraj Kelly Soroti Pentingnya Evaluasi Ketahanan Keuangan Rumah Tangga

by eko ardi
11 Oktober 2026
in Ekbis

Meskipun indeks keyakinan konsumen pada Agustus 2026 meningkat, porsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan justru menurun. Menanggapi kondisi ekonomi tersebut, Financial Consultant Dhiraj Kelly membagikan materi edukasi keuangan guna membantu masyarakat mengevaluasi kembali ketahanan keuangan rumah tangga mereka.

JAKARTA, 30 September 2026 – Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional menunjukkan peningkatan pada Agustus 2026. Meskipun demikian, porsi pendapatan konsumen yang dialokasikan untuk disimpan atau ditabung justru tercatat mengalami penurunan. Fenomena perbedaan arah ini menjadi latar belakang penting bagi rumah tangga untuk mengevaluasi kembali bagaimana mereka membagi pendapatan antara konsumsi sehari-hari, pembayaran utang, dan tabungan cadangan.

BacaJuga

neobank Plus Resmi Hadir: PLUS Gratisnya, PLUS Diskonnya, PLUS Bunganya

RUU SDI Atur Penguatan Kedaulatan Data Nasional

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Pasar Motor Tetap Prospektif, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Motor Baru

Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 berada di level 118,5, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 116,8. Angka di atas 100 ini menunjukkan bahwa keyakinan konsumen tetap berada dalam zona optimistis. Namun, di balik optimisme tersebut, terjadi pergeseran alokasi pendapatan masyarakat.

Sebagaimana diberitakan oleh ANTARA pada 9 September 2026 berdasarkan hasil survei Bank Indonesia, rata-rata porsi pendapatan konsumen untuk konsumsi mengalami peningkatan dari 72,7 persen menjadi 74,2 persen. Sebaliknya, porsi pendapatan yang disimpan turun dari 16,8 persen menjadi 15,8 persen, sementara porsi untuk pembayaran cicilan atau utang juga turun tipis dari 10,5 persen menjadi 10 persen.

Memahami Perubahan Alokasi Melalui Simulasi

Financial Consultant Dhiraj Kelly menekankan bahwa penurunan porsi pendapatan yang disimpan tidak otomatis berarti nilai saldo tabungan masyarakat berkurang secara nominal. Data agregat tersebut juga tidak membuktikan bahwa seluruh rumah tangga tengah menghadapi kesulitan keuangan atau bahwa kenaikan konsumsi semata-mata dipicu oleh gaya hidup yang berlebihan.

Namun, pergeseran alokasi tersebut menjadi pengingat penting mengenai ketersediaan ruang untuk membangun cadangan keuangan keluarga. Sebagai ilustrasi, sebuah simulasi sederhana dapat memperlihatkan bagaimana penambahan penghasilan belum tentu memperbesar ruang menabung jika kewajiban bertambah lebih cepat.

Dalam contoh simulasi ini (bukan merupakan kasus nyata atau temuan dari Survei Konsumen Bank Indonesia): Seseorang dengan penghasilan bersih Rp10 juta per bulan, biaya hidup Rp6 juta, dan cicilan Rp2 juta memiliki sisa dana Rp2 juta sebelum pengeluaran tidak rutin lainnya. Jika penghasilannya naik menjadi Rp12 juta, tetapi biaya hidup meningkat menjadi Rp7 juta dan muncul kewajiban cicilan baru sebesar Rp1,5 juta, maka sisa bulanan yang tersedia justru berkurang menjadi Rp1,5 juta. Melalui simulasi tersebut, terlihat bahwa meskipun pendapatan naik sebesar Rp2 juta, pengeluaran dan kewajiban justru bertambah Rp2,5 juta.

Langkah Evaluasi Ketahanan Keuangan Mandiri

Guna menyikapi perkembangan ekonomi saat ini, Dhiraj Kelly menyarankan setiap rumah tangga melakukan peninjauan mandiri secara menyeluruh. Proses peninjauan keuangan ini dapat dimulai dengan mencatatkan secara berkala seluruh penghasilan bersih, kebutuhan pokok bulanan, kewajiban cicilan aktif, hingga pengeluaran berkala yang tidak terjadi setiap bulan seperti biaya pendidikan tahunan, perawatan kendaraan, atau pembayaran pajak.

Dengan memiliki catatan yang rapi, masyarakat dapat membedakan dengan jelas antara pendapatan rutin dengan bonus atau pemasukan yang sifatnya tidak pasti. Pemahaman ini sangat krusial, terutama ketika seseorang ingin mengambil komitmen keuangan atau cicilan baru yang berlangsung dalam jangka waktu menengah hingga panjang.

Meskipun data Survei Konsumen Bank Indonesia memberikan gambaran besar mengenai penggunaan pendapatan masyarakat secara keseluruhan, ketahanan keuangan setiap keluarga tetap ditentukan oleh pemeriksaan mandiri atas stabilitas penghasilan, jumlah tanggungan, serta kesiapan dana darurat masing-masing.

Untuk mendapatkan materi edukasi keuangan lebih lanjut guna membantu perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi maupun rumah tangga Anda, silakan kunjungi kanal resmi YouTube Dhiraj Kelly di https://www.youtube.com/@dhirajkelly.

Tentang Dhiraj Kelly Academy

Dhiraj Kelly adalah personal brand Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, Financial Consultant dan Strategic Consultant. Konten edukasinya membahas pengelolaan keuangan, manajemen risiko, bisnis, dan investasi, dengan fokus pada pemahaman risiko serta pengambilan keputusan keuangan.

Materi edukasi tersedia melalui kanal YouTube:

https://www.youtube.com/@dhirajkelly

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Related Posts

neobank Plus Resmi Hadir: PLUS Gratisnya, PLUS Diskonnya, PLUS Bunganya

11 Oktober 2026

RUU SDI Atur Penguatan Kedaulatan Data Nasional

11 Oktober 2026
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

11 Oktober 2026

Pasar Motor Tetap Prospektif, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Motor Baru

11 Oktober 2026

Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan

11 Oktober 2026

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

11 Oktober 2026

Berita Terpopuler

  • anik arnika mabok ngeslot

    Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Joyoboyo: Gunung Slamet Meletus Bisa Bikin Pulau Jawa Terbelah Jadi Dua?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Tani: Swasembada Pangan Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik dan Krisis Pangan Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung OJK dan AAJI, Prudential Syariah Perkuat Literasi untuk Mahasiswa UNAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polemik Pembongkaran Rel Kuno Cirebon Memanas, DPRD Siapkan RDP dan Panggil Wali Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poltekkes Tasikmalaya Latih Petugas Puskesmas Gunungsari Deteksi Dini Kanker Paru Lewat SATUSEHAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asep Eka Mulyana Dapat Diskresi Tiga Periode, Golkar Majalengka Bidik Tambah Kursi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id