https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Kamis, 3 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Save the Children Indonesia Serukan Dampak Perubahan Iklim pada Anak-anak

by Sudastika
25 Desember 2023
in Lifestyle
Save the Children Indonesia Serukan Dampak Perubahan Iklim pada Anak-anak

Shinta, warga Sumba Barat dapat menanam dan menyiram benih sayur di pekarangan rumahnya setelah Save the Children membantu menyediakan akses air bersih. (ciayumajakuning.id)

CIAYUMAJAKUNING.ID – Sebuah penelitian yang di lakukan di tiga kabupaten yakni di Lombok Barat (NTB), Sumba Timur dan Kupang (NTT) menunjukkan kekeringan berdampak pada masalah kesehatan, pendidikan serta mengancam kehidupan sehari-hari.

Penelitian dari Save the Children Indonesia pada November 2023 itu di lakukan berfokus dalam menghadapi kekeringan.

BacaJuga

Kemeriahan Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur Kuningan

Jadi Ikon Perpusda, Ini Dia Duta Baca Indramayu 2026

Bupati Dian Pantau Kebakaran di TPS Ciniru Jalaksana Kuningan

Dispara Indramayu Kukuhkan 30 Finalis Nok Nang Dermayu 2026

Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media Save the Children Indonesia Tata Sudrajat mengatakan kelangkaan air berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak.

“Banyak anak di daerah yang terdampak mengalami infeksi saluran pernapasan akut sehingga mereka tidak bisa bersekolah,” jelasnya, Kamis (21/12).

Belum lagi kerawanan pangan yang berkontribusi pada kenaikan angka stunting serta risiko angka perkawinan anak yang meningkat.

Ia menjelaskan sejak Juli 2023 di Lombok Barat, debit air bersih turun dari 100 liter per detik ke 30 liter per detik.

“Kekeringan yang di tandai kelangkaan air dan perubahan lingkungan memengaruhi ketersediaan sumber daya pangan dan air,” terang Tata.

Kelangkaan ini dapat berkontribusi pada kurangnya keragaman pangan yang pada akhirnya memengaruhi asupan gizi kelompok rentan, terutama balita.

“Selain itu, prevalensi stunting di Lombok Barat tetap tinggi mencapai 13,63 persen,” katanya.

Di Sumba Timur, masyarakat harus melakukan perjalanan 1,5 sampai 3 km ke mata air setiap pukul 5 pagi, tidak jarang anak-anak juga dil ibatkan.

Sementara di Kupang, air sumur bor di beberapa titik mengalami penurunan yang signifikan sehingga menganggu distribusi air ke area sawah.

“Tak jarang dari masyarakat juga harus membeli air di desa-desa terdekat,” ujar Tata.

Situasi ini menyebabkan tekanan emosional dalam keluarga meningkat karena intensifikasi persaingan untuk sumber daya air yang langka.

Hal ini dapat menyebabkan konflik rumah tangga yang berujung pada kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Data UPTD PPA menyebutkan lebih dari 200 kasus dari Januari-Juli 2023 di antaranya kekerasan fisik dan seksual.

Global Save the Children ‘Generation Hope; 2022 memaparkan di perkirakan 774 juta anak, atau 1/3 populasi anak dunia hidup miskin.

Indonesia menempati peringkat ke-9 secara global terkait jumlah anak yang mengalami kedua ancaman tersebut.

“Dampak dari krisis iklim membuktikan anak-anak menanggung beban yang tidak proporsional karena tumbuh dalam situasi yang mengancam,” jelas Tata.

Untuk itu, pada tahun 2024 Save the Children Indonesia mendorong langkah nyata untuk lebih banyak mendiskusikan perubahan iklim dari sisi anak-anak.

“Kita perlu mendorong kebijakan dan program untuk membantu anak dan keluarga, terutama yang terdampak krisis iklim,” tegasnya.

Save the Children Indonesia juga menyuarakan sinergitas program pemenuhan hakdan perlindungan khusus anak, terutama yang terdampak oleh krisis iklim. ***

Tags: CiayumajakuningKekeringanKesehatan AnakPerubahan IklimSave the Children Indonesia

Related Posts

Kemeriahan Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur Kuningan

Kemeriahan Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur Kuningan

1 September 2026
Kesbangpol Kota Cirebon Diminta Progresif Soal Kerawanan Sosial

Jadi Ikon Perpusda, Ini Dia Duta Baca Indramayu 2026

21 Agustus 2026
Bupati Dian Pantau Kebakaran di TPS Ciniru Jalaksana Kuningan

Bupati Dian Pantau Kebakaran di TPS Ciniru Jalaksana Kuningan

19 Agustus 2026
Dispara Indramayu Kukuhkan 30 Finalis Nok Nang Dermayu 2026

Dispara Indramayu Kukuhkan 30 Finalis Nok Nang Dermayu 2026

14 Agustus 2026
Wawalkot Cirebon Tinjau Kebutuhan Air Bersih di Argasunya 

Wawalkot Cirebon Tinjau Kebutuhan Air Bersih di Argasunya 

13 Agustus 2026
Kemenkes RI: Intervensi Stunting Kuningan Capai 100 Persen

Kemenkes RI: Intervensi Stunting Kuningan Capai 100 Persen

12 Agustus 2026

Berita Terpopuler

  • Dana BUMDes Desa Kejuden Diduga Digelapkan Hingga Rp 200 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Purnabakti, 246 ASN Pemkab Cirebon Diberi Pembekalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palagan Festival: Cara Unik Desa Alamanis Cirebon Menjaga Eksistensi Tari Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Hotel Baru Berdiri, Umar Klau Wanti-wanti: Jangan Sampai Warga Cirebon Jadi Penonton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Kebocoran Data, Nakes Puskesmas Kesunean Dapat Literasi Keamanan Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id