https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Jumat, 18 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Sosok

Sejarah Ciledug: Peran Ki Bledug Jaya Kembangkan Wilayah Pagedangan (bag. 2)

by Sudastika
3 Agustus 2022
in Sosok
Sejarah Ciledug: Peran Mbah Kuwu Cirebon Bimbing Sumpah Ki Bledug Jaya (bag.1)

CIAYUMAJAKUNING.ID – Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, pesatnya perkembangan ajaran Islam di daerah timur Kabupaten Cirebon termasuk Pagedangan (cikal bakal Ciledug) yang merupakan wilayah kekuasaannya, membuat para sesepuh Kerajaan Galuh/Padjadjaran yang beragama Sanghiang diliputi rasa kekhawatiran, kehilangan wibawa dan kepercayaan dari masyarakatnya.

Seperti halnya Ki Arya Kidang Layaran yang khawatir dan kecewa karena salah seorang anaknya Raden Layang Kemuning mengundurkan diri sebagai pepatih Kerajaan Galuh lalu pergi mengembara tanpa pamit dan tidak diketahui rimbanya.

BacaJuga

Kenangan Terakhir KDM untuk Kanaya: Tabungan Honor Rp400 Juta Disimpan Bertahun-tahun

Eks Sekda Indramayu Aep Surahman Masuki Masa Purnabakti

Hannin Nurin Navisa Bawa Indramayu ke Panggung Voli Nasional

Mengenal Sosok Viral Kang Modin di Jagat Maya Indramayu

Ki Arya Kidang Layaran lantas mengutus Nyi Ratu Layang Sari adik Layang Kemuning untuk mencarinya.

Dalam pengembaraannya, Raden Layang Kemuning menetap di tepi Sungai Cisanggarung dan menyamar sebagai tukang nyarah (mengambil kayu yang hanyut di sungai) serta mengubah namanya menjadi Ki Malewang.

Pada suatu hari, langit mendung, halilintar bergelegar dan turunlah hujan deras yang mengakibatkan air di Sungai Cisanggarung meluap dan banjir. Saking derasnya, luapan air tersebut menghanyutkan segala yang menghalangi, termasuk tubuh Ki Malewang yang sedang nyarah.

Ki  Malewang yang dalam keadaan pingsan lalu terdampar di daerah Pagedangan. Wilayah tersebut kini dipercaya bernama Pamosongan yang berada di Desa Ciledug Lor.

Tiada selembar kain pun yang melekat ditubuhnya. Karena waktu nyarah, pakaiannya diletakkan di tepi sungai. Tempat terdamparnya Ki Malewang kini bernama Pelabuhan.

Wilayah Pelabuhan di Desa Cihoe, tempat terdamparnya Ki Bledug Jaya saat hanyut. (Ciayumajakuning.id)

Ratu Layang Sari lalu diutus oleh ayahandanya untuk mencari kakaknya Raden Layang Kemuning dan bertemu Ki Malewang yang pingsan. Melihat ada tubuh seorang laki-laki yang tergeletak di tepi sungai tanpa busana, keinginannya untuk menolong diurungkan.

Ratu Layang Sari lalu melemparkan selendangnya untuk menutupi tubuh yang tergeletak itu dan pergi. Ia tidak mengira bahwa yang tergeletak adalah tubuh kakaknya yang dicari.

Usai siuman, alangkah terkejutnya Ki Malewang berada di tempat itu dalam keadaan telanjang dan hanya tertutup selembar selendang. Ia pun bertanya-tanya  dalam  hati, siapakah orang yang telah menutupi badannya dengan selendang itu.

Ki Malewang lalu membuat gubuk di Pagedangan tempat ia terdampar. Pepohonan di sekitar ditebang untuk dijadikan lahan pertanian.

Tak ayal, daerah di tepian Sungai Cisanggarung tempat kediamannya itu tumbuh sangat subur. Sehingga orang-orang berdatangan ke tempat itu, dan tinggal menetap.

Beberapa tahun kemudian, datanglah enam orang utusan dari Kerajaan Galuh usai mendengar keberadaan Raden Layang Kemuning di Pagedangan dengan maksud agar ia mau kembali. Namun Raden Layang Kemuning (Ki Malewang) menolak.

Bahkan keenam orang utusan tersebut menetap di Pagedangan dengan tujuan mengabdi kapada Raden Layang Kemuning mengembangkan pedukuhan. Keenam orang tersebut adalah Ki Gagak Singalaga (Ki Gatot Singalaga), Ki Angga Paksa, Ki Angga Raksa, Ki Kokol, Ki Jala Rawa (Ki Sekar Sari), Nyi Godong Lamaranti (disebut si Nyai).

Keberadaan vihara sebagai salah satu simbol keberagaman jadi alasan Ki Bledug Jaya doakan seluruh umat beragama di Ciledug. (Ciayumajakuning.id)

Mbah Kuwu Cirebon akhirnya mengetahui bahwa di daerah timur ada sebuah pedukuhan yang masih menganut Sanghiang. Ia bersama pengikutnya lalu mendatangi Pagedangan untuk menyampaikan Agama Islam.

Ki Malewang menyambut baik kedatangan Mbah Kuwu Cirebon dibuktikan dengan masuk Agama Islam. Untuk menambah keyakinan, Ki Malewang bersama pengikutnya lantas mengangkat sumpah di depan Mbah Kuwu Cirebon sebagai bukti kesetiaan.

Saat sumpah itu dilaksanakan, tiba-tiba langit menjadi gelap tertutup mendung dan halilintar yang sangat dahsyat menyambar tubuh Ki Malewang dengan suara menggelegar. “Bleduuug…”

Namun tubuh Ki Malewang tetap tegar, tidak bergetar dan tak berubah. Sejak kejadian itu Ki Malewang mendapat gelar “Ki Bledug Jaya” pada tahun 1479.

Menurut Dadang Suhendar, sesepuh Desa Ciledug Lor, sumpah itu dikenal dan menjadi tradisi yang kuat hingga kini di tengah kehidupan masyarakat Ciledug, Mereka masih rutin melakukan ritual-ritual khusus seperti tahlilan dan selamatan.

Ritual-ritual tersebut dilaksanakan masyarakat Ciledug setiap Senin dan Kamis malam. Mereka percaya bahwa pada kedua malam itu, Ki Bledug Jaya datang,” ungkapnya, Senin (21/11/21) dikutip dari proposal skripsi mahasiswa IAIN Syeikh Nurjati Cirebon dengan judul ”Tokoh Ki Bledug Jaya dan Peran Islamisasinya di CIledug Kabupaten Cirebon pada Abad ke-15 Masehi’.

Di masa hidupnya, Ki Bledug Jaya mendoakan keselamatan seluruh umat beragama yang ada di sekitar Ciledug. Tak heran jika hingga kini makamnya juga dikunjungi dari berbagai agama. ***

Tags: Kecamatan CiledugKi Bledug JayaMbah Kuwu CirebonSejarah Cirebon

Related Posts

Kenangan Terakhir KDM untuk Kanaya: Tabungan Honor Rp400 Juta Disimpan Bertahun-tahun

Kenangan Terakhir KDM untuk Kanaya: Tabungan Honor Rp400 Juta Disimpan Bertahun-tahun

14 September 2026
Disdukcapil Kuningan Raih Tujuh Penghargaan Gegara Lakukan Ini

Eks Sekda Indramayu Aep Surahman Masuki Masa Purnabakti

15 Mei 2026
Wali Kota Cirebon Lantik 80 Pejabat Termasuk Sekda Iing Daiman

Hannin Nurin Navisa Bawa Indramayu ke Panggung Voli Nasional

6 Mei 2026
Ribuan Siswa SD dan SMP Ikuti Ajang Talenta 2026 Kota Cirebon

Mengenal Sosok Viral Kang Modin di Jagat Maya Indramayu

30 April 2026
Siswa Sekolah Rakyat di Kuningan Jalan-jalan ke Kantor Pemkab

Gebrakan Marsya Duta Pendidikan Jabar 2026 dari Indramayu

23 Februari 2026
OJK Likuidasi Bank Cirebon, Ini Kata Wali Kota Edo

Cartini Bawa UMKM Mimide Indramayu Juara Tingkat Nasional

18 Februari 2026

Berita Terpopuler

  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palagan Festival: Cara Unik Desa Alamanis Cirebon Menjaga Eksistensi Tari Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Kuliah S1 Hemat ke Luar Negeri Ya Program 3+1!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Swasembada Pangan, Majalengka Tanam Bawang Putih Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hubungan Industrial Makin Harmonis, Investor Asing Sebut Cirebon Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id