https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Jumat, 24 Juli 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

35 Tahun Mengabdi di SLB, Sri Aminah Dinilai Figur Inspiratif Jawa Barat

by Herik Diana
4 Oktober 2025
in Umum

Tim penilai dari Provinsi Jabar melakukan verifikasi ke tempat ASN berkiprah di SLB B YPLB Majalengka

CIAYUMAJAKUNING.ID: Sejak tahun 1989, Sri Aminah telah mendedikasikan diri untuk mendidik anak-anak. Uniknya, bukan pelajar biasa, namun merupakan anak-anak luar biasa yang punya kebutuhan khusus.

BacaJuga

Dua Pimpinan Cirebon Power Raih Energy Executive Award 2026

Potret Ceria Siswa Peserta Dongeng Hemat Listrik Bersama Cirebon Power di Hari Anak Nasional 2026

Heboh Dugaan Keberadaan ‘Dusun Gaib’ di Desa Playangan Cirebon, Warga Pertanyakan Transparansi Dana Desa

Bupati Indramayu Jenguk Korban Lakalantas di Jalur Pantura Lohbener 

Karena dedikasinya itu, Sri Aminah kini tengah dinilai oleh tim Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan sebuah anugerah sebagai PNS berprestasi kategori inspiratif. Dia bersaing dengan sembilan kandidat lainnya dari Kabupaten dan kota lain yang ada di Jawa Barat.

Sri Aminah cukup bangga dan bergembira. Baginya, penilaian tersebut merupakan anugerah bagi dirinya, menjelang usia 60 tahun karena mau pensiun pada Januari 2026 mendatang.

“Bagi saya pribadi, ajang ini merupakan anugerah terindah dan kado terindah. 60 tahun saya masih bisa berkiprah untuk memotret diri, memotret anak-anak, dan memotret sekolah, khususnya di SLB ini, ” ujar Sri Aminah, Kepala SLB B YPLB Majalengka, Kamis, 2 Oktober 2025.

Sri Aminah menceritakan, bahwasanya dalam mendidik anak anak berkebutuhan khusus punya tantangan tersendiri. Suka duka, unik, tertawa, gembira sedih semua bisa dirasakan tergantung situasinya.

“Meski begitu, kita sebagai guru tetap harus happy aja. Tetap tersenyum dan memotivasi anak anak, ” ucapnya.

Mendidik anak anak SLB, masih kata Sri Aminah, adalah bagaimana anak-anak bisa mendapatkan life skill, bagaimana anak-anak mempunyai pokasional, bagaimana anak-anak bekerja setelah lulus meski mereka punya keterbatasan fisik. Bagaimana bekerja di perusahaan, bagaimana bisa bekerja di pemerintahan dan bagaimana dia menjadi bos bagi dirinya, bagi keluarga, bagi masyarakat, bangsa dan agama.

“Saya tanamkan kepada anak-anak untuk menjadi bos untuk dirinya sendiri, bagi teman-temannya dan bagi kerabatnya, ” tuturnya.

Sri mengakui, kiprahnya sebagai pendidik banyak kendala dan kesulitan yang dihadapi. Kesulitannya adalah bagaimana dirinya dapat membuat link jaringan dengan perusahaan-perusahaan, bagaimana membuka persepsi masyarakat terhadap eksistensi anak-anak disabilitas namun punya banyak multitalenta.

“Saya jujur, untuk mengikuti seleksi PNS berprestasi ini melalui kiprah guru inspiratif yang multitalent, dengan alasan, bahwa anak-anak ini punya multitalent, jadi bagaimana kita menggali siswa untuk punya potensi yang multitalent harus dimulai dari guru. Jadi saya harus bisa menari, saya harus bisa menyanyi, saya harus bisa teaterikal, saya harus bisa pokasi, saya harus bisa jadi perias wajah, saya harus bisa penata koreografi dan lain sebagainya, “ucapnya semangat.

Kesulitannya adalah untuk tuna rungu bagaimana dirinya bisa menghadirkan ekspresi saat sedang sedih, bagaimana memunculkan wajah yang ceria di depan anak-anak pada saat di rumah atau ada ujian yang sedang dihadapi. Kesulitannya yang kedua adalah bagaimana dirinya tetap bisa memotivasi, menggali potensi siswa, agar mereka tetap beraksi dan akhirnya bisa melakukan.

“Saya motivasinya, anak disabilitas ini tidak boleh termarginalkan, anak-anak harus sama, sebagai hamba Allah. Jadi dengan upaya, bagaimana saya menjalin link dengan musisi balada seperti Kang Imam Sabumi, bagaimana saya berkolaborasi dengan JaF (Jatiwangi art Factory), bagaimana saya menjalin link dengan sanggar literasi AGP, bagaimana saya menjadi seorang penulis, bagaimana saya menjadi seorang pencipta lagu, bagaimana saya menjalin dengan dunia usaha, dan bagaimana saya untuk mempersembahkan anak-anak untuk Majalengka yang langkung sae (Majalengka yang lebih baik), serta bagaimana anak-anak bisa kiprah di Jawa Barat bahkan di Indonesia, ” ungkapnya. ( Erik Diana)

Tags: headlineMajalengkaSri AminahYPLB Majalengka

Related Posts

Dua Pimpinan Cirebon Power Raih Energy Executive Award 2026

23 Juli 2026

Potret Ceria Siswa Peserta Dongeng Hemat Listrik Bersama Cirebon Power di Hari Anak Nasional 2026

23 Juli 2026

Heboh Dugaan Keberadaan ‘Dusun Gaib’ di Desa Playangan Cirebon, Warga Pertanyakan Transparansi Dana Desa

20 Juli 2026
Bupati Indramayu Jenguk Korban Lakalantas di Jalur Pantura Lohbener 

Bupati Indramayu Jenguk Korban Lakalantas di Jalur Pantura Lohbener 

20 Juli 2026
Hak Penyandang Disabilitas Diminta Tersedia di Ruang Publik di Kota Cirebon

Hak Penyandang Disabilitas Diminta Tersedia di Ruang Publik di Kota Cirebon

18 Juli 2026

Sekda Herman: 424 Pejabat Pemprov Jabar Turun Langsung ke Sekolah pada MPLS

15 Juli 2026

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id