CIAYUMAJAKUNING.ID: Warga keturunan Tionghoa Cirebon, Senin (2/3/2026), merayakan Cap Go Meh 2577 Kongzili yang menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek.
Perayaan Cap Go Meh di Cirebon ini berlangsung khidmat dan meriah, sekaligus menegaskan kuatnya nilai keberagaman di Kota Wali. Budayawan Tionghoa Cirebon, Jeremy Huang Wijaya, menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan momentum penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
“Cap Go Meh adalah hari penutupan setelah perayaan Imlek. Di Tiongkok, ini dikenal juga sebagai Festival Lampion,” ujar Jeremy Huang.
Ia menjelaskan, di Tiongkok, Cap Go Meh dirayakan dengan pawai lampion yang menghiasi malam. Tradisi ini menjadi simbol perpisahan setelah rangkaian Tahun Baru Imlek.
Masyarakat yang sebelumnya mudik untuk merayakan Imlek bersama keluarga akan kembali ke perantauan usai perayaan ini.
Selain pawai lampion, masyarakat menikmati sajian teh dan aneka kue, termasuk kue keranjang.
Beragam pertunjukan seni seperti tari-tarian, nyanyian, barongsai, dan liong turut memeriahkan suasana. Di Indonesia, perayaan Cap Go Meh berkembang dengan kekhasan lokal.
Salah satu tradisi yang menonjol adalah arak-arakan Toa Pe Kong, yakni prosesi mengarak rupang dewa-dewi dari kelenteng untuk berkeliling kota sebagai simbol berkah dan perlindungan bagi masyarakat.
Di wilayah Pantura Jawa, termasuk Cirebon, malam Cap Go Meh identik dengan sajian Lontong Cap Go Meh. Hidangan ini berisi lontong, emping, kari suwiran ayam, kentang, serta sambal goreng ati.
Menurut Jeremy, dahulu Lontong Cap Go Meh hanya disajikan khusus pada malam perayaan, setelah prosesi arak-arakan.
“Tradisi ini berawal dari komunitas Tionghoa di Lasem, Juwana, Pati, Semarang, Tegal, Pekalongan hingga Cirebon. Kini sudah menyebar ke berbagai daerah di Nusantara, bahkan dijual di pusat perbelanjaan,” jelasnya.
Selain kuliner, perayaan juga diisi doa kepada Tie Kong atau Dewa Langit untuk memohon kesehatan dan kemakmuran.
Di Cirebon, perayaan Cap Go Meh terpusat di Kelenteng Tiao Kak Sie atau yang dikenal sebagai Kelenteng Dewi Welas Asih.
Sejumlah pertunjukan seni budaya ditampilkan, mulai dari barongsai hingga liong yang memikat perhatian masyarakat. Acara tersebut dihadiri berbagai kalangan, termasuk unsur pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Cirebon turut hadir menyaksikan rangkaian kegiatan, menandakan dukungan terhadap pelestarian budaya dan semangat toleransi antarumat beragama.
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Cirebon tak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga simbol harmoni dan kebersamaan dalam keberagaman yang telah lama tumbuh di Kota Udang.



