spot_img
Sabtu, April 11, 2026
More

    Gedung Eks Kawedanan Kadugede Kuningan Bakal Direvitalisasi

    CIAYUMAJAKUNING.IDPemkab Kuningan berencana merevitalisasi gedung eks kawedanan di Kecamatan Kadugede untuk di jadikan Bale Budaya karena di nilai memiliki nilai historis dan struktur bangunan yang masih layak.

    Hal itu di sampaikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat melakukan kunjungan ke Alun-alun Desa Kadugede, Jumat (27/03).

    Bupati menuturkan pihaknya berencana merevitalisasi gedung sebagai pusat aktivitas seni, budaya dan ruang ekspresi bagi para budayawan.

    Pasalnya ia menilai Kuningan saat ini masih kekurangan ruang representatif untuk pagelaran seni dan budaya.

    “Gedung ini sangat potensial, akan kita tata tanpa menghilangkan nilai sejarahnya sehingga menjadi pusat kebudayaan,” ungkap Bupati.

    Revitalisasi akan di lakukan secara bertahap dengan tetap menjaga keaslian bangunan sebagai bagian dari warisan sejarah.

    Selain itu, kawasan di sekitar gedung juga akan di tata supaya lebih tertib, nyaman dan mendukung aktivitas wisata.

    Pengembangan Bale Budaya di integrasikan dengan program Nata Daya.

    Mencakup penataan Alun-alun Desa Kadugede sebagai ruang publik yang representatif sekaligus daya tarik wisata.

    Penataan meliputi pengelolaan pedagang, perbaikan estetika kawasan dan peningkatan fasilitas pendukung.

    Bupati juga melihat potensi Kadugede yang di dukung letak geografis yang strategis, kondisi alam dan dekat dengan berbagai destinasi wisata.

    “Ada Gunung Mayana yang sedang di tata, berdekatan ke Waduk Darma, Curug Bangkong, hingga kawasan Darmaloka,” bebernya.

    “Kalau ini terintegrasi, wisatawan punya banyak pilihan dan tidak cukup hanya satu hari di Kuningan,” sambung Bupati.

    Kades Kadugede Maman mendukung rencana bupati dan berharap Kadugede tertata lebih baik dan menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan.

    “Semoga dapat di kembangkan menjadi kawasan cagar budaya yang representatif sekaligus destinasi edukasi dan wisata budaya,” ungkapnya.

    Maman menceritakan jika konon katanya bangungan gedung eks kewadanan sudah ada sejak masa penjajahan Belanda.

    Meski telah mengalami renovasi di beberapa bagian namun masih d ipertahankan sebagai bentuk pelestarian arsitektur lama.

    Bangunan tersebut sempat di gunakan sebagai Kantor Kecamatan, kantor PNPM, Hutbun, PLKB hingga akhirnya kini di kelola oleh BUMDes.

    Selain nilai sejarah, Desa Kadugede juga memiliki kekayaan budaya yang masih lestari.

    Di antaranya kesenian Goong Renteng, tradisi Sedekah Kampung hingga berbagai seni pertunjukan seperti pencak silat, rudat, dan sanggar tari.

    Pada tahun 2014, kawasan tersebut pernah menjadi pusat kegiatan budaya saat menjadi tuan rumah lomba genjring tingkat kabupaten. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories