BANDUNG – Ribuan warga memadati Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Minggu (23/8/2026) malam. Mereka larut dalam kemeriahan malam penutupan Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 yang digelar Kodam III/Siliwangi.
Suasana semakin meriah ketika Guyon Waton dan duo elektronik koplo Hydro Koplo tampil di panggung utama. Penampilan kedua grup musik tersebut disambut antusias penonton hingga acara ditutup dengan pesta kembang api yang menerangi langit Kota Bandung.
Rangkaian acara penutupan yang dihelat meriah, aman, dan tertib ini menjadi muara dari seluruh agenda perayaan kemerdekaan yang diselenggarakan Kodam III/Siliwangi, mulai dari lomba olahraga lari kerakyatan, edukasi sejarah perjuangan, hingga penyerahan medali dan hadiah podium bagi para pemenang kompetisi.
Hingga dentuman kembang api terakhir menyala dan penyerahan hadiah podium rampung, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif berkat sinergi solid antara jajaran pengamanan, panitia, dan kedisiplinan para pengunjung.
Membuncahnya kehadiran ribuan warga dari berbagai daerah ini menjadi cerminan nyata dari kukuhnya kemanunggalan dan keharmonisan hubungan antara prajurit Siliwangi dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kosasih, menegaskan bahwa perhelatan Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 didesain sebagai ruang interaksi positif dan wadah perekat persatuan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial.
Mayjen TNI Kosasih menjelaskan alasan dipilihnya cabang olahraga lari dalam perhelatan ini. Menurutnya, lari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol filosofis dari semangat kesederhanaan dan kebersamaan hidup.
“Lari merupakan cabang olahraga yang sederhana, menyehatkan, serta dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat sosial. Sementara itu, hiburan rakyat menjadi sarana efektif membangun kebersamaan yang penuh kegembiraan dan kehangatan,” kata Mayjen TNI Kosasih.
Rangkaian acara penutupan juga diawali dengan refleksi kilas balik sejarah dan dedikasi panjang pengabdian Kodam Siliwangi dalam mengawal kedaulatan bangsa. Mayjen TNI Kosasih menggarisbawahi pentingnya menjadikan sejarah perjuangan sebagai kompas moral bagi generasi muda di tengah arus transformasi zaman.
Secara khusus, Pangdam berpesan agar generasi penerus bangsa berani mengambil peran aktif, memiliki integritas tinggi, serta tidak berpangku tangan menghadapi tantangan global masa kini.
“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dipahami dan dijadikan teladan. Dari perjalanan para pendahulu, kita belajar tentang keberanian, pengorbanan, loyalitas, persatuan, dan pengabdian yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” ucap dia.








