CIAYUMAJAKUNING.ID – Permukaan Waduk Darma di Kabupaten Kuningan di penuhi hamparan hijau eceng gondok. Keberadaan gulma air yang kian meluas itu di khawatirkan mengganggu fungsi waduk dan mengancam sektor pariwisata.
Hal tersebut yang menjadi dasar Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meninjau kondisi Waduk Darma di Desa Jagara, Rabu (03/06).
Ia menegaskan perlunya langkah cepat dan terintegrasi supaya penyebaran eceng gondok tidak semakin meluas.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, sekitar enam hektare area perairan telah tertutup eceng gondok dari total luas waduk yang mencapai lebih dari 240 hektare.
Berbagai upaya pembersihan telah di lakukan oleh masyarakat, pemdes maupun pemda.
Namun laju pertumbuhan tanaman tersebut di nilai jauh lebih cepat di banding proses penanganannya.
“Kalau di lakukan secara manual tentu akan sangat sulit karena luasnya sudah hektaran,” ujarnya.
Jika ini tidak segera di tangani secara serius, keberadaannya berpotensi mengganggu fungsi waduk, menghambat aktivitas masyarakat dan menurunkan daya tarik wisata.
“Dan kalau di biarkan, tidak menutup kemungkinan lambat laun Waduk Darma berubah menjadi Waduk Eceng,” sambung Bupati.
Berdasarkan informasi, satu batang eceng gondok dapat berkembang sangat cepat dan dalam waktu sebulan mampu menyebar hingga satu meter persegi.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Kuningan akan segera menjalin koordinasi dengan Pemprov Jabar, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan BBWS.
Koordinasi di lakukan guna mendapatkan dukungan peralatan dan skema penanganan yang lebih efektif.
“Harus ada langkah-langkah yang terkoordinir dan komprehensif agar persoalan ini bisa segera di tangani,” tegasnya.
Bupati juga berencana menggelar rakor lintas sektor guna menyusun langkah taktis penanganan.
Sejumlah komunitas masyarakat yang aktif menjaga kelestarian Waduk Darma pun akan kembali di libatkan, termasuk Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok (Garpu Sendok).
“Kita akan turun mulai hari Jumat (05/06) untuk melakukan langkah-langkah penanganan penyebaran Eceng Gondok,” pungkasnya. ***









