CIAYUMAJAKUNING.ID: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) terus menunjukkan langkah progresif dalam mengokohkan daya saing akademis serta literasi digital para pelajar Indonesia di luar negeri. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri (PkM-LN), tim akademisi UPI menyelenggarakan penguatan kompetensi akademik dan intelektual bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Program internasional bertajuk “Empowering Indonesian Scholars: Program Pendidikan dan Pelatihan Terpadu Berbasis Kompetensi Digital dan Akademik bagi Mahasiswa Indonesia di USIM Malaysia” tersebut sukses digelar secara virtual melalui media Zoom Meeting selama dua hari berturut-turut, yakni pada 18 dan 19 Agustus 2026, setiap pukul 13.30 WIB (14.30 MYT). Program ini dipimpin langsung oleh Dr. Nani Hartini, M.Pd. selaku Ketua Tim Pengabdian dari FIP UPI.
Inisiatif strategis ini lahir dari sinergi antar-lembaga perguruan tinggi lintas negara, menggandeng Universiti Sains Islam Malaysia yang diwakili oleh Senior Lecturer USIM, Dr. fauziah Hassan, serta didukung aktif oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) USIM. Pelaksanaan secara daring tidak mengurangi kedalaman materi maupun antusiasme puluhan mahasiswa dari berbagai program studi dalam menyerap pembekalan komprehensif dari para pakar.
Rangkaian pelatihan diawali pada sesi hari pertama (Day 1), Selasa, 18 Agustus 2026, yang secara spesifik membedah integrasi teknologi dalam kepenulisan ilmiah serta pengembangan potensi diri. Sesi ini menghadirkan tiga pemateri utama, yakni Dr. Mohd Azmi bin Mohd. Razif (Senior Lecturer USIM), Dr. Nani Hartini, M.Pd. (Dosen UPI), dan Dr. Liris Raspatiningrum, M.Pd. (Dosen UPI).
Fokus pembahasan pertama menyoroti topik “AI Rekan Penyelidik Anda: Panduan Practical Menulis Artikel Jurnal untuk Mahasiswa”. Pada materi ini, narasumber membedah peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bukan sebagai pengganti pemikiran kritis, melainkan sebagai asisten riset digital untuk mempercepat penelusuran ide, pemetaan literatur, serta penyusunan artikel ilmiah secara etis dan bertanggung jawab tanpa melanggar etika keaslian karya. Selanjutnya, materi disambung dengan pembekalan “Pengembangan Karir”, di mana para akademisi UPI memaparkan strategi membangun portofolio intelektual, penguatan kecakapan soft skills, hingga perancangan peta jalan profesional bagi lulusan diaspora Indonesia.
Berlanjut pada sesi hari kedua (Day 2), Rabu, 19 Agustus 2026, pelatihan secara mendalam mempertajam metodologi penelitian dan strategi penembusan jurnal bereputasi global. Narasumber yang mengawal sesi ini terdiri dari Dr. fauziah Hassan (Senior Lecturer USIM), Dr. Cicih Sutarsih, M.Pd. (Dosen UPI), serta M. Irvan Gunawan, S.Pd. (Mahasiswa S2 UPI).
Sesi dibuka dengan materi “Kunci Sukses Kuliah” yang memberikan panduan adaptasi iklim akademik internasional, efisiensi manajemen waktu riset, serta ketahanan mental dalam menyelesaikan studi tepat waktu. Pembahasan kemudian mendalami metodologi penelitian melalui materi “Literatur Review and Systematic Searching”. Di sini, peserta dilatih secara praktis melakukan penelusuran literatur secara terstruktur menggunakan database internasional bereputasi, teknik ekstraksi sumber primer, hingga sintesis kepustakaan yang presisi.
Sebagai puncak acara, materi “Menulis, Memilih, dan Menerbit: Panduan Practical Penerbitan dalam Jurnal Antarabangsa” mengupas tuntas navigasi publikasi. Pemateri memberikan tip taktis mulai dari memilih jurnal tujuan yang tepat (journal matching), memahami kriteria penilaian penilai (peer-reviewer), hingga teknik merespons ulasan penilai secara akademik agar artikel layak terbit di tingkat internasional.
“Eksistensi mahasiswa Indonesia di luar negeri merupakan aset intelektual bangsa yang strategis. Melalui pembekalan dua hari ini, kami memadukan literasi digital berbasis AI dengan kaidah metodologi penelitian ketat. Harapannya, para akademisi muda di USIM tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga mampu menorehkan karya ilmiah bereputasi internasional serta berdaya saing global,” tegas Dr. Nani Hartini, M.Pd., Ketua Tim Pengabdian FIP UPI.
Penyelenggaraan pengabdian luar negeri secara berkesinambungan ini menjadi bukti nyata implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 (pengalaman mahasiswa luar kampus) dan IKU 9 (kemitraan internasional kelas dunia). Selain itu, program ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemerataan akses pembinaan literasi akademik, serta poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembekalan kapasitas SDM unggul.
Senior Lecturer USIM, Dr. fauziah Hassan, mengapresiasi tinggi kolaborasi akademik ini dan berharap program serupa terus berlanjut sebagai wadah pertukaran gagasan serta pendampingan karya ilmiah bagi mahasiswa Indonesia di Malaysia.









