CIAYUMAJAKUNING.ID – Guna meningkatkan budaya membaca, keterampilan, kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, Bupati Cirebon Imron Rosyadi meresmikan Kampung Literasi di Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Rabu (21/10).
Menurut Imron literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Membaca itu sangat penting. Dari membaca buku, nanti membaca alam. Dari situ kita bisa membaca potensi,” ujarnya.
Karena itu, literasi perlu menjadi kebiasaan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya anak-anak sekolah.
Imron juga meminta Disarpus Kabupaten Cirebon mendorong pengembangan Kampung Literasi di wilayah lain dan berharap setiap kecamatan memiliki setidaknya satu desa yang mengembangkan budaya literasi.
Ia juga berharap Kampung Literasi Desa Cibogo berkembang menjadi ruang belajar bersama yang mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Kadisarpus Kabupaten Cirebon M Fery Afrudin menjelaskan program ini mengembangkan konsep literasi berbasis inklusi sosial, yakni pemanfaatan perpustakaan dan kegiatan belajar.
Guna mendukung tujuan tersebut, Disarpus Kabupaten Cirebon bersama berbagai pihak telah melaksanakan sejumlah pelatihan di Desa Cibogo.
Kegiatan meliputi pelatihan pembuatan ecoprint, pengemasan produk, pemasaran digital untuk produk UMKM, read aloud, storytelling, penulisan cerpen dan puisi dan merajut.
“Saya berharap perpustakaan desa dapat berfungsi lebih luas sebagai pusat pembelajaran, berbagi pengetahuan, berkarya, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Cibogo Ahmad Udori menceritakan perjalanan hingga wilayah menjadi kampung literasi.
Bermula pada 2021 ketika pemerintah desa bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mulai mengembangkan berbagai program desa digital.
Setahun kemudian, Desa Cibogo meraih juara kedua dalam penghargaan desa digital tingkat Kabupaten Cirebon.
Pengembangan literasi lalu tumbuh melalui pojok baca yang di rintis bersama dukungan kegiatan mahasiswa.
Pada 2024, Desa Cibogo meraih juara kedua dalam kegiatan literasi tingkat kabupaten dan kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara ketiga lomba literasi tingkat Kabupaten Cirebon pada 2025.
Pemerintah desa selanjutnya mengembangkan fasilitas perpustakaan yang berada di lantai dua gedung desa.
Sementara itu, lantai bawah gedung dimanfaatkan untuk Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) PAUD Azhara yang dikelola melalui dukungan pemerintah desa.
Layanan PAUD di berikan secara gratis dengan pembiayaan dari desa, termasuk kebutuhan buku, seragam, kegiatan pembelajaran dan guru.
“Dengan membangun budaya membaca, saya yakin secara tidak langsung lima atau sepuluh tahun yang akan datang kita akan membuat anak-anak lebih baik lagi,” kata Udori. ***









