CIAYUMAJAKUNING.ID – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Swadaya Gunung Jati (IKA UGJ) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di Auditorium Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Sabtu (1/8/2026). Agenda reorganisasi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antaralumni sekaligus melakukan regenerasi kepemimpinan organisasi secara demokratis.
Mubes dihadiri Bendahara Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Dr. Sahidin, M.Si., Rektor UGJ Prof. Dr. Ahmad Faqih, M.M., jajaran sivitas akademika, perwakilan fakultas, serta alumni dari berbagai angkatan dan lintas profesi yang kini berkiprah di beragam bidang.
Ketua Panitia Mubes, Qoribullah, S.H., M.H., mengatakan bahwa pelaksanaan Mubes tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan kolaborasi antaralumni.
“Nilai tertinggi dari kegiatan ini adalah reuni dan mempererat silaturahmi. Kami ingin menunjukkan kepada pihak kampus bahwa UGJ yang hebat memiliki alumni-alumni yang juga luar biasa dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater,” ujarnya.
Menurut Qoribullah, meskipun peserta yang hadir merupakan perwakilan dari berbagai fakultas dan komunitas alumni, suasana kekeluargaan tetap terasa hangat sepanjang kegiatan berlangsung.
Selain menjadi ajang temu kangen, Mubes kali ini juga mengagendakan dua agenda utama, yakni penetapan berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya serta pemilihan ketua dan jajaran pengurus baru yang akan memimpin IKA UGJ pada periode berikutnya.
Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu melanjutkan berbagai program yang belum terealisasi, mempertahankan capaian positif yang telah diraih, sekaligus menghadirkan inovasi demi kemajuan organisasi alumni dan Universitas Swadaya Gunung Jati.
Qoribullah juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan IKA UGJ di bawah kepemimpinan Mahyudin yang dinilai berhasil membangun sinergi kuat antara alumni, yayasan, dan rektorat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut mendukung berbagai program strategis kampus hingga UGJ berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
“Mudah-mudahan kepengurusan baru dapat melanjutkan semangat kolaborasi ini sehingga alumni semakin berperan dalam mendukung kemajuan kampus,” katanya.
Ketua Demisioner Tekankan Amanah dan Integritas
Ketua IKA UGJ periode sebelumnya, Mahyudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus yang telah bekerja keras sehingga Mubes dapat terselenggara dengan baik.
Ia berharap proses musyawarah berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga musyawarah ini berjalan sukses. Ketika dipercaya menjadi ketua, itu adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Mahyudin mengingatkan bahwa jabatan Ketua IKA bukanlah posisi yang menjanjikan keuntungan materi, melainkan bentuk pengabdian kepada almamater dan para alumni. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjaga suasana kondusif selama proses pemilihan.
“Jangan sampai pemilihan Ketua IKA justru menimbulkan perpecahan. Ketua IKA adalah pengabdian, bukan jabatan yang menghasilkan keuntungan finansial,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Mahyudin mengaku selama menjabat tidak pernah menggunakan dana organisasi untuk kepentingan pribadi, termasuk membiayai perjalanan dinas maupun kebutuhan lainnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme organisasi dengan tidak melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan maupun pemanfaatan fasilitas organisasi.
“Istri dan anak-anak saya tidak pernah mengintervensi organisasi. Saya juga tidak pernah meminta fasilitas organisasi untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Alumni Jadi Wajah dan Kekuatan UGJ
Sementara itu, Rektor UGJ Prof. Dr. Ahmad Faqih, M.M., menegaskan bahwa alumni memiliki posisi strategis dalam membangun reputasi sebuah perguruan tinggi. Menurutnya, kualitas sebuah universitas tidak hanya diukur dari gedung, fasilitas, dosen, maupun jumlah mahasiswanya, tetapi juga dari kualitas dan kontribusi para alumninya di tengah masyarakat.
“Kekuatan sebuah perguruan tinggi tidak hanya terletak pada gedungnya, dosennya, mahasiswanya, atau fasilitasnya, tetapi juga pada kekuatan jejaring alumninya. Alumni merupakan wajah UGJ di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, ketika alumni mampu menunjukkan prestasi, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara, maka citra positif UGJ akan semakin kuat.
Karena itu, Ahmad Faqih berharap IKA UGJ terus bertransformasi menjadi organisasi alumni yang modern, solid, inklusif, profesional, dan produktif dalam melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat luas.
Rektor juga mengingatkan seluruh alumni agar tetap menjadikan persatuan sebagai fondasi utama organisasi. Perbedaan pandangan maupun pilihan dalam proses demokrasi dinilai sebagai hal yang wajar, namun tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan.
“Jangan sampai perbedaan pilihan dan pandangan membuat kita kehilangan rasa persaudaraan dan tali silaturahmi. Mubes ini harus menjadi ruang untuk bermusyawarah dengan penuh kedewasaan, mengedepankan kepentingan bersama, serta menempatkan kemajuan almamater di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pungkasnya.
Mubes IKA UGJ berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Selain menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang nostalgia para alumni bersama dosen dan sivitas akademika, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan IKA UGJ sebagai organisasi yang semakin solid dan berkontribusi bagi kemajuan Universitas Swadaya Gunung Jati maupun masyarakat luas.









