https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Ekbis

Jalan Karanggetas Cirebon Dibenci Pejabat Publik Disukai Pengusaha

by Noer Panji
15 Maret 2021
in Ekbis, Mistis
Mitos Karanggetas

Jalan Karanggetas meski secara kepercayaan tidak disukai pejabat publik maupun orang yang memiliki niat buruk tapi disukai oleh pedagang

CIREBON, CIAYUMAJAKUNING.ID – Jalan Karanggetas Kota Cirebon hingga saat ini masih menjadi salah satu kawasan memiliki aktivitas ekonomi terpadat. Padahal, jalan tersebut tidak banyak disukai pejabat publik karena mitos yang sudah melekat di masyarakat.

Mitos tersebut yakni orang yang memiliki ilmu kanuragan yang tinggi, namun sombong akan luntur dengan sendirinya. Sebab, daerah tersebut dekat dengan Sungai Sukalila yang artinya harus dengan kerelaan hati.

BacaJuga

Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

Para Pendukung Industri Global dan Lokal Mendukung Automechanika Jakarta karena Minat Peserta Pameran yang Kuat Mendorong Pameran yang Lebih Besar

Ikuti Transformasi Otomotif ASEAN melalui Berbagai Acara Pendukung di Automechanika Jakarta 2026

Budayawan Cirebon, Jajat Sudrajat menjelaskan, mitos tersebut, masih mengakar di masyarakat pribumi maupun luar Cirebon. Dari mitos itu, tidak sedikit pejabat negara yang enggan melewati Jalan Karanggetas ketika mengikuti acara resmi kenegaraan.

Namun demikian, seiring melekatnya mitos Jalan Karanggetas, daerah tersebut banyak disukai para pedagang. Di sepanjang Jalan tersebut, berjejer toko emas yang mayoritas penjualnya adalah kaum Tionghoa Cirebon.

“Bukan hanya toko emas saja pedagang kecil juga banyak yang jualan di Karanggetas. Cirebon kan caruban dari semua suku dan ras ada di sini bersatu karena dari sejarahnya sudah tercatat,” jelas Jajat, Senin (15/3/2021).

Dia mengatakan, sejak Jalan Karanggetas menjadi pusat niaga Kota Cirebon, belum pernah terdengar beberapa kasus besar. Seperti pemalsuan emas hingga barang-barang gaib yang dijual ke pedagang di Jalan Karanggetas ini.

“Bahkan pembobolan toko emas di sana juga terbilang jarang sekali,” ia membeberkan.

Dia mengatakan, sugesti tersebut juga diperkuat dengan keberadaan Mesjid Jagabayan yang ada di daerah Karanggetas Kota Cirebon. Masjid Jagabayan sendiri memiliki arti “Menjaga dari Bebaya” atau menjaga dari mara bahaya.

“Pada zaman Kasultanan Cirebon, daerah Karanggetas dan Masjid Jagabayan adalah pintu masuk gerbang kasultanan. Sederhananya semacam pos jaga dengan salah satu fasilitas mesjid Jagabayan,” ujar Jajat.

Di daerah Karanggetas Cirebon juga terdapat tradisi Slametan Lenga (Sodakoh Minyak) tiap malam Jumat Kliwon.

“Minyak yang disedekahkan karena mengandung filosofi kalau minyak itu licin. Artinya sodakoh agar bahaya tak menyentuh tubuh kita. Secara kebetulan Masjid Jagabayan didirikan Tumenggung Jagabaya yang tinggal di daerah itu,” sejarawan Cirebon itu memungkasi.

Tags: Karanggetas CirebonMitos CirebonMitos Karanggetas

Related Posts

Barantum Kini Hadirkan Broadcast untuk Semua Channel Komunikasi

Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven

20 Agustus 2026
Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

20 Agustus 2026
Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Para Pendukung Industri Global dan Lokal Mendukung Automechanika Jakarta karena Minat Peserta Pameran yang Kuat Mendorong Pameran yang Lebih Besar

20 Agustus 2026
Barantum Kini Hadirkan Broadcast untuk Semua Channel Komunikasi

Ikuti Transformasi Otomotif ASEAN melalui Berbagai Acara Pendukung di Automechanika Jakarta 2026

20 Agustus 2026
Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Grand Opening Mitra10 Pasir Kaliki Bandung, Nikmati Promo Menarik untuk Kebutuhan Rumah

20 Agustus 2026
Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?

20 Agustus 2026

Berita Terpopuler

  • Matahari Penyelamat Petani: Inovasi Pompa Tenaga Surya Atasi Ancaman Kekeringan di Majalengka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana BUMDes Desa Kejuden Diduga Digelapkan Hingga Rp 200 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pecah Kongsi 4.0: Ketika Adu Domba Digital dan Identitas Mengancam Kebhinekaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Menjamur, PHRI Kota Cirebon Usulkan Moratorium

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fure: Inovasi Mahasiswa dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Furniture Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Kota Cirebon Tembus Rp3,2 Triliun, Lima Hotel Berbintang Segera Berdiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumur Tujuh Cikajayaan Pasawahan Situs Mata Air Bersejarah di Kuningan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id