https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Minggu, 8 November 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Serahkan Replika Rumah Pohon Korowai, Masyarakat Papua Doakan KDM Jaga Hutan Papua

by Noer Panji
30 Mei 2026
in Umum

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ist)

CIAYUMAJAKUNING.ID: Perwakilan masyarakat Papua di Kabupaten Boven Digoel menyerahkan replika rumah pohon Korowai kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) usai Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) yang digelar di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

Pemberian replika tersebut bukan sekadar cenderamata, melainkan simbol penghormatan masyarakat adat Papua sekaligus pesan tentang pentingnya menjaga hutan, alam, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat yang bergantung pada ekosistem hutan.

BacaJuga

Jalan Tengah Polemik Konstitusi, Maman Imanulhaq Minta Gibran Mundur

Jembatan Kali Kapur Indramayu Diprotes Warga, KDM: Keterlambatan Masih Bisa Ditoleransi

KDM Siapkan Desa Pajajar Majalengka Jadi Desa Wisata Tahun Depan

Bupati Lucky Lantik Enam Camat di Indramayu, Siapa Saja Mereka?

Franky pewakilan dari Pemkab Boven Digoel menjelaskan replika rumah pohon Korowai itu berasal dari masyarakat adat yang tinggal di kawasan pedalaman Papua. Mereka menitipkan pesan agar replika tersebut diserahkan kepada KDM sebagai bentuk penghargaan atas perhatian yang selama ini ditunjukkan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Mereka berdoa mudah-mudahan ada pemimpin yang amanah, yang baik, yang menghargai pemberian alam yang Tuhan kasih. Tuhan menciptakan tanah, air, pohon, dan semua kekayaan alam yang hari ini masih dijaga oleh masyarakat Papua,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Korowai memandang pohon dan hutan bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.”Mereka berharap pesan ini bisa sampai. Mereka masih tinggal di pohon, hidup dari hutan, dan hutan adalah rumah sekaligus sumber makanan bagi mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat adat menitipkan harapan agar para pemimpin di Indonesia semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat yang selama ini menjaga hutan secara turun-temurun.

Karena itu, replika rumah pohon Korowai diberikan sebagai simbol hubungan manusia dengan alam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Mereka berpesan, mudah-mudahan setiap orang yang melihat dan mendengar kisah ini memahami pentingnya menjaga alam. Mereka juga berdoa agar Kang Dedi diberikan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat adat Korowai juga berharap perhatian terhadap Papua tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya melestarikan hutan yang menjadi ruang hidup masyarakat setempat.

“Mereka berharap ada pemimpin yang mampu menjaga dan menyelamatkan hutan-hutan yang ada di Papua karena bagi mereka hutan adalah kehidupan,” ujar Franky.

KDM menghadiri konfrensi tahunan APS di Jayapura setelah sebelumnya mendapat undangan langsung dari Ketua APS yang juga akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom dan Pendeta Cirenei.

Laus Rumayom mengatakan pembangunan Papua membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif dengan menempatkan nilai kearifan lokal atau etnosains sebagai fondasi utama.

Menurut dia, pendekatan pembangunan di Papua tidak cukup hanya bertumpu pada aspek keamanan maupun teknokrasi semata. APS menilai konsistensi Dedi Mulyadi dalam menjaga eksistensi kebudayaan di Jawa Barat menjadi contoh yang relevan untuk diadaptasi dalam strategi percepatan pembangunan di enam provinsi dan tujuh wilayah adat Papua.

KDM mengatakan pembangunan Papua membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif dengan menempatkan nilai kearifan lokal atau etnosains sebagai fondasi utama.

Menurutnya, masyarakat adat Papua memiliki pengetahuan yang lahir dari pengalaman panjang hidup berdampingan dengan alam dan pengetahuan itu tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang tradisional semata.Dedi menilai banyak praktik kehidupan masyarakat adat Papua yang sesungguhnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sesuai kondisi geografis serta lingkungan setempat.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah rumah pohon masyarakat Korowai yang selama ini dikenal sebagai bagian dari identitas budaya Papua.“Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, memahami cara bertahan hidup, dan itu diwariskan secara turun-temurun,” ujar Dedi.

Menurut dia, pembangunan Papua tidak boleh dimulai dari anggapan bahwa masyarakat adat harus meninggalkan seluruh cara hidupnya untuk menjadi modern. Sebaliknya, pembangunan harus mampu menghargai dan mengembangkan pengetahuan yang sudah tumbuh di tengah masyarakat.

“Kita sering kali melihat Papua dengan kacamata luar. Padahal masyarakat Papua memiliki cara pandang, sistem pengetahuan, dan nilai-nilai yang lahir dari lingkungan hidupnya sendiri. Itu harus menjadi bagian dari fondasi pembangunan,” katanya.

Tags: Dedi MulyadiheadlineKDMMasyarakat PapuaPapua

Related Posts

Jalan Tengah Polemik Konstitusi, Maman Imanulhaq Minta Gibran Mundur

7 November 2026
KDM Ajak Insinyur Indonesia Selesaikan Masalah Transportasi dan Lingkungan di Jabar

Jembatan Kali Kapur Indramayu Diprotes Warga, KDM: Keterlambatan Masih Bisa Ditoleransi

7 November 2026
KDM Siapkan Desa Pajajar Majalengka Jadi Desa Wisata Tahun Depan

KDM Siapkan Desa Pajajar Majalengka Jadi Desa Wisata Tahun Depan

7 November 2026
Bupati Lucky Lantik Enam Camat di Indramayu, Siapa Saja Mereka?

Bupati Lucky Lantik Enam Camat di Indramayu, Siapa Saja Mereka?

6 November 2026

3 Tahun Oplos Gas Melon, Pelaku Hanya Gunakan Alat Sederhana

6 November 2026
Ekonomi Jabar Triwulan III 2026 Tumbuh 5,89 persen, Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional

IPM Jabar 2026 Naik Jadi 76,62, Seluruh Indikator Penyusun Meningkat

5 November 2026

Berita Terpopuler

  • Yuk, Pantau Lalu Lintas Secara Real Time via PANON Kuningan!

    Yuk, Pantau Lalu Lintas Secara Real Time via PANON Kuningan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumur Tujuh Cikajayaan Pasawahan Situs Mata Air Bersejarah di Kuningan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Rebound, Bitcoin Terkoreksi, Soroti Dinamika Pasar Saham dan Kripto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu Geothermal di Kuningan, Bupati Sambangi Kementerian ESDM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Izin Usaha Kawasan Wisata Arunika Kuningan Minta Diperbaiki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Gentengisasi di Majalengka Diluncurkan 8 November

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id