
CIAYUMAJAKUNING.ID – Sentra industri genteng Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dipilih menjadi pusat pelaksanaan Program Gentengisasi Nasional.
Sebanyak 2,4 juta keping genteng disiapkan oleh pemerintah untuk mewujudkan agenda tersebut. Program ini melibatkan 34 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) genteng yang telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi momentum pemulihan ekonomi bagi para perajin tradisional di tingkat tapak.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan persiapan program Prabowo ini dijadwalkan pada 8 November mendatang.
“Genteng ini untuk memenuhi kebutuhan material hunian yang layak sekaligus meningkatkan akses pasar bagi para pelaku usaha kecil. Program ini tak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material bangunan, tapi diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM dan menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Maruarar dalam keterangan resminya Selasa, (27/10/26 ).
Pihaknya akan menggerakkan sekitar 2,4 juta dengan dipersiapkan 600 armada truk untuk mengangkut genteng di Majalengka secara bertahap sesuai kebutuhan titik sasaran.
“Tingginya permintaan dalam skala besar ini diharapkan mendorong peningkatan produksi dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” katanya.
Ara menambahkan dirinya telah menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan soal program bedah rumah, penyaluran rumah subsidi, dan pengembangan industri genteng tanah liat.
Di hadapan kepala negara, Maruarar menyampaikan program bedah rumah mengalami peningkatan signifikan dari 45.000 unit menjadi 400.000 unit pada 2026.
“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45.000 bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400.000 rumah,” ungkap Maruarar.
Peningkatan ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak serta meningkatkan kualitas rumah masyarakat.
Selain perbaikan rumah, Maruarar juga memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui program rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Pihaknya memastikan akan terus mendorong agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah melalui skema pembiayaan yang terjangkau.
Selain soal rumah, salah satu program yang dilaporkan juga oleh Maruarar adalah pengembangan industri genteng tanah liat berbasis UMKM di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Menurut Maruarar, program ini mendorong pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memenuhi standar kualitas. Pemerintah pun akan erus mendorong pemanfaatan produk lokal sesuai potensi daerah masing-masing.
Tak hanya itu, lanjut dia, penguatan UMKM lokal menjadi bagian penting dari pelaksanaan program perumahan nasional. Sebab, dua hal itu saling berkaitan yakni menghubungkan kebutuhan pembangunan rumah dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.
“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” kata Maruarar.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo yang memberikan perhatian terhadap pengembangan program ASRI.
Agenda itu tengah dipersiapkan untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan permukiman, sekaligus mendorong partisipasi pelaku usaha lokal.
“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memberdayakan UMKM, sehat,” pungkas Maruarar.**








