https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Rabu, 30 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Musim Hujan, Penyakit Kencing Tikus Perlu Diwaspadai

by Andika
3 November 2022
in Umum
Ciayumajakuning.id

Dinkes Kabupaten Cirebon minta warga waspadai penyakit kencing tikus saat banjir, [Foto : istimewa]

CIAYUMAJAKUNING.ID – Ketika musim hujan tiba seperti saat ini, sejumlah penyakit mengintai di sekitar kita. Salah satu jenis penyakit yang harus diwaspadai pada musim hujan adalah Leptospirosis.

Pasalnya, penyakit tersebut biasanya muncul ketika musim hujan atau ketika adanya banjir yang terkontaminasi air kencing tikus.

BacaJuga

Hari Tani: Swasembada Pangan Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik dan Krisis Pangan Global

DPRD Kabupaten Cirebon Teken Nota Perubahan KUA-PPAS 2026

Kantah Kuningan Serahkan 1.653 Sertifikat PTSL di Cirendang

Polres Majalengka Musnahkan Hampir 20 Ribu Botol Miras

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Sartono, mengatakan, Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi air kencing tikus.

Air yang terkontaminasi kencing tikus yang mengenai kulit bahkan kulit yang terluka, sekecil apapun lukanya, akan menyebabkan terjadinya infeksi.

Menurut Sartono, penyakit Leptospirosis biasanya muncul ketika musim hujan atau ada banjir.

“Ketika hujan datang, tikus kan pada keluar got, nah kencingnya itu yang menginfeksi orang,” ujar Sartono, Kamis (3/11/2022).

Meskipun penyakit tersebut mematikan, kata dia, namun sebenarnya tidak begitu serius. Hanya saja, ketika dibiarkan menginfeksi lewat kulit, Leptospirosis ini sama seperti infeksi yang lain.

Sehingga ketika terus terpapar maka risikonya infeksi berkelanjutan. Dan ketika infeksi terus berulang, diungkapkan Sartono, penyakit Leptospirosis juga bisa mematikan.

“Mematikan iya, selama berulang terkena infeksinya. Tapi kan jarang sekali, kasusnya banyak tapi jarang sekali sampai ke kematian,” terangnya.

Ia menjelaskan, tikus yang menyebabkan penyakit Leptospirosis adalah tikus yang kerap masuk ke rumah atau tikus rumahan yang hidupnya di area kotor. Karena itu, daerah yang harua diwaspadai akan munculnya penyakit tersebut yakni di daerah urban.

Pasalnya, meskipun dari sisi infrastruktur jalannya kelihatan mulus dan bagus, tapi karakter daerah urban itu perumahan dibelakangnya adalah kumuh.

Sartono menyebutkan, salah satu contoh daerah urban yang karakteristiknya kumuh adalah di wilayah Kecamatan Plered. Kendati demikian, setelah dilakukan pengecekan, di daerah tersebut tidak ditemukan kasus Leptospirosis.

Begitupun di daerah-daerah lainnya di Kabupaten Cirebon, Sartono mengaku tidak menerima laporan adanya kasus Leptospirosis.

“Kita belum pernah menemukan Leptospirosis, kita kan ada 60 puskesmas sebagai mata-mata. Jadi kalau ada kasus, (Puskesmas, red) pasti lapor ke kita. Tapi sampai sekarang belum ada laporan,” terangnya. ***

Tags: Kencing TikusLeptospirosisSartono

Related Posts

Hari Tani: Swasembada Pangan Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik dan Krisis Pangan Global

30 September 2026
Kantah Kuningan Serahkan 1.653 Sertifikat PTSL di Cirendang

DPRD Kabupaten Cirebon Teken Nota Perubahan KUA-PPAS 2026

29 September 2026
Kantah Kuningan Serahkan 1.653 Sertifikat PTSL di Cirendang

Kantah Kuningan Serahkan 1.653 Sertifikat PTSL di Cirendang

29 September 2026
Polres Majalengka Musnahkan Hampir 20 Ribu Botol Miras

Polres Majalengka Musnahkan Hampir 20 Ribu Botol Miras

28 September 2026

Wajah Baru GEKRAFS Kota Cirebon, Dorong Ekonomi Kreatif Lebih Kolaboratif

27 September 2026
Satpol PP Indramayu Sita 1500 Botol Miras Berbagai Merek

Satpol PP Indramayu Sita 1500 Botol Miras Berbagai Merek

25 September 2026

Berita Terpopuler

  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Joyoboyo: Gunung Slamet Meletus Bisa Bikin Pulau Jawa Terbelah Jadi Dua?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Swasembada Pangan, Majalengka Tanam Bawang Putih Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poltekkes Tasikmalaya Latih Petugas Puskesmas Gunungsari Deteksi Dini Kanker Paru Lewat SATUSEHAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PTPN Group melalui PTPN IV Regional V Salurkan Bantuan untuk Mendukung Penanganan Karhutla di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id