https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Selasa, 8 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Gegara ‘Maneh’ Membawa Sabil Sang Guru Honor Di Cirebon Jadi Begini

by Aris Efendi
16 Maret 2023
in Umum
Gegara 'Maneh' Membawa Sabil Sang Guru Honor Di Cirebon Jadi Begini

Gegara 'Maneh' Membawa Sabil Sang Guru Honor Di Cirebon Jadi Begini

CIAYUMAJAKUNING.ID – Masih hangat diperbincangkan, kasus ‘Maneh’ membawa Sabil sang guru honor di Cirebon menjadi viral setelah dirinya dipecat dari dua tempatnya mengajar di Cirebon.

Kasus yang bermula dari sebuah komentar bertonasi dianggap kurang sopan yang dilayangkan Muhammad Sabil, Pria 34 tahun yang menjadi guru honor di SMK Telkom Cirebon kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada unggahan video instagram terkait aksi solidaritas siswa di Tasikmalaya.

BacaJuga

BMKG Deteksi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Sebagian Jawa Barat, Ini Imbauan untuk Masyarakat

Bayar Pajak Lebih Mudah dan Praktis lewat Samsat Drive Thru, Cek Lokasinya

KUA-PPAS 2026 Pemkab Cirebon Perkuat Arah Kebijakan Fiskal

Komisi III DPRD Kota Cirebon Evaluasi Pelaksanaan SPMB 2026

Sabil menanyakan posisi Ridwan Kamil sebagai apa, apakah Gubernur, kader Partai, atau pribadi dalam sebuah komentar di akun Instagram pribadi Ridwan Kamil.

Komentar Sabil dijawab oleh Ridwan Kamil, “Menurut maneh kumaha” seolah ingin adu kuat saat dikomentari bernada kritik, namun dirinya tidak membalas komentar Ridwan Kamil dan akhirnya menjadi sorotan publik dan menjadi viral.

Sabil dikabarkan telah dipecat dari dua sekolah tempatnya mengajar, namun hal itu kemudian direspon oleh Ridwan Kamil melalui sebuah video bahwa dirinya telah meminta kepada pihak yayasan tempat Sabil mengajar untuk menerima Sabil kembali tanpa harus dipecat, kecuali ada alasan pembenar untuk memecatnya.

 

Baca Juga : Viral, Ridwan Kamil VS Muhammad Sabil, Adu Kuat Kritik Dipecat

 

ngemeng-ngemeng, apasih makna dari kata ‘Maneh’ tuh? benarkah karena hal itu lantas kemudian fadil dipecat lantaran dianggap tidak sopan mengingat Sabil adalah seorang guru?

Kata “maneh” adalah kata dalam bahasa Sunda memiliki beberapa arti tergantung dari konteks penggunaannya. Secara umum, kata “maneh” dapat bermakna “kamu” atau “engkau” dalam bahasa Indonesia.

Bentuk kasar atau halusnya kata “maneh” juga tergantung pada konteks dan cara pengucapannya.

Dalam konteks formal atau sopan, kata “maneh” dapat dianggap halus atau sopan.

Namun, jika digunakan dalam konteks yang kurang sopan atau dengan intonasi yang kasar, maka kata “maneh” bisa dianggap kasar.

Sifat negatif atau positif dari kata “maneh” juga tergantung pada konteks dan cara penggunaannya.

Jika digunakan secara sopan dan sesuai dengan konteks, maka kata “maneh” tidak memiliki konotasi negatif atau positif yang khusus.

Namun, jika digunakan dengan cara yang tidak sopan atau dengan maksud yang tidak baik, maka kata “maneh” bisa dianggap negatif atau kasar.

 

Baca Juga : Sabil Dipecat, Guru Honor SMK Telkom Cirebon Mendadak Viral

 

Dalam bahasa Sunda dan Jawa, kata “maneh” dapat diganti dengan kata-kata yang lebih halus dan sopan tergantung pada konteks dan hubungan antara pembicara dan lawan bicaranya.

Berikut adalah beberapa contoh kata-kata tersebut yang telah kami rangkum untuk anda:

1. Anjeun (Anda/kamu) – kata yang sering digunakan dalam bahasa Sunda sebagai pengganti kata “maneh” dan dianggap lebih sopan dan halus.

2. Abdi (Saya) – kata ini bisa digunakan sebagai pengganti “maneh” dalam konteks formal atau ketika bicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati.

3. Sorangan (Anda/kamu) – kata yang bisa digunakan dalam situasi yang lebih santai atau akrab.

4. Nami (Namamu) – kata ini bisa digunakan sebagai pengganti “maneh” ketika sedang bicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati atau dalam situasi yang lebih resmi.

 

Baca Juga : Resep Kolak Pisang Kepok 2023 Cocok Dijadikan Menu Berbuka Puasa

 

5. Bapa/Ema (Ayah/Ibu) – kata ini bisa digunakan sebagai pengganti “maneh” ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati, terutama di daerah Sunda yang lebih tradisional.

6. Batur (Saudara) – kata ini bisa digunakan sebagai pengganti “maneh” ketika berbicara dengan orang yang sebaya atau sejawat.

7. Jangjang (Anda/kamu) – kata ini digunakan dalam bahasa Sunda dalam situasi yang lebih akrab atau dengan teman sebaya.

8. Panjenengan (Anda) – kata ini adalah kata yang lebih formal dan sangat sopan. Biasanya digunakan dalam situasi resmi atau formal.

Perlu diingat bahwa dalam bahasa Sunda dan Jawa, menggunakan kata-kata yang sopan dan halus menjadi keharusan dalam berkomunikasi terutama dalam situasi formal atau dengan orang yang lebih tua atau dihormati.

Oleh karena itu, penting untuk memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan konteks dan hubungan antara pembicara dan lawan bicaranya.

source: tim redaksi ciayumajakuning.id
Tags: CirebondipecatmanehSabilsang guru honor

Related Posts

BPBD Kabupaten Cirebon: Belum Ada Kerusakan Akibat Gempa 6,6 M Bantul

BMKG Deteksi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Sebagian Jawa Barat, Ini Imbauan untuk Masyarakat

7 September 2026

Bayar Pajak Lebih Mudah dan Praktis lewat Samsat Drive Thru, Cek Lokasinya

5 September 2026
IPB University Gelar Edukasi Lingkungan SIJALI di Indramayu 

KUA-PPAS 2026 Pemkab Cirebon Perkuat Arah Kebijakan Fiskal

4 September 2026
Komisi III DPRD Kota Cirebon Evaluasi Pelaksanaan SPMB 2026

Komisi III DPRD Kota Cirebon Evaluasi Pelaksanaan SPMB 2026

2 September 2026

Merdeka yang Dirasakan, Pelayanan Publik Jadi Bagian dari Makna Kemerdekaan di Kota Cirebon

2 September 2026
FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

1 September 2026

Berita Terpopuler

  • anik arnika mabok ngeslot

    Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palagan Festival: Cara Unik Desa Alamanis Cirebon Menjaga Eksistensi Tari Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Purnabakti, 246 ASN Pemkab Cirebon Diberi Pembekalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Hotel Baru Berdiri, Umar Klau Wanti-wanti: Jangan Sampai Warga Cirebon Jadi Penonton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Kuliah S1 Hemat ke Luar Negeri Ya Program 3+1!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id