spot_img
Selasa, Juni 16, 2026
More

    Mahasiswa Unnes Kembangkan Aplikasi Sistem TTE di Indramayu

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Mahasiswa prodi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan magang di Diskominfo Indramayu, Kamis (11/06).

    Seperti yang di lakukan Awan Saputra Romadhoni,  mahasiswa Unnes yang mempresentasikan aplikasi sistem informasi manajemen Tanda Tangan Elektronik (TTE).

    Ia berhasil mengembangkannya selama masa magang di Bidang Statistik dan Persandian.

    Aplikasi ini di rancang khusus selama masa magang yang berlangsung dari 5 Januari-5 Juni 2026.

    Kehadiran sistem baru ini di proyeksikan mampu memangkas alur birokrasi manual dalam pengelolaan sertifikat digital ASN di lingkungan Pemkab Indramayu.

    Menurut Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo Indramayu, pengelolaan TTE yang sebelumnya memerlukan ketelitian ekstra dan waktu yang tidak sedikit, kini dapat di pantau secara instan dan akurat berkat aplikasi buatan mahasiswa Unnes.

    “Sehingga efisiensi kerja di lingkungan dinas dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

    Aplikasi manajemen TTE ini di lengkapi dengan empat fitur utama yang sangat krusial bagi operasional pemerintahan.

    Fitur pertama adalah Dashboard dan Visualisasi Statistik yang menyajikan ringkasan eksekutif secara visual menggunakan roda statistik.

    Modul ini mengelompokkan data ke dalam empat variabel kritis, yaitu Total Data, TTE Aktif, TTE Prosesdan TTE Expired.

    Sehingga pemangku kebijakan dapat mengidentifikasi tren perpanjangan sertifikat secara instan tanpa harus memeriksa ratusan baris data secara manual.

     

    Fitur kedua adalah Modul Manajemen Data TTE Aktif yang berfungsi mengelola inventaris data ASN yang sertifikat elektroniknya valid dan sah secara hukum melalui operasi manajemen data lengkap.

    Modul ini juga di lengkapi teknologi pencarian asinkron otomatis tanpa muat ulang halaman serta fitur ekspor data massal ke format Microsoft Excel untuk mendukung interoperabilitas dan pelaporan fisik dalam birokrasi.

    Lalu fitur ketiga berupa Modul Manajemen Data TTE Proses berperan sebagai sistem pelacakan antrean untuk pengajuan sertifikat baru maupun perpanjangan yang saat ini sedang diverifikasi oleh otoritas induk seperti Balai Sertifikasi Elektronik.

    Fitur ini untuk memantau dan mengidentifikasi titik hambat atau keterlambatan waktu proses yang terjadi pada prosedur birokrasi di pihak eksternal.

    Terakhir yakni Modul Manajemen Arsip TTE Expired yang bertindak sebagai brankas data untuk menyimpan rekam jejak historis dari seluruh sertifikat elektronik yang masa berlakunya telah habis.

    Modul ini di hadirkan demi memenuhi standar kepatuhan pengelolaan arsip negara.

    Sekaligus menyediakan data otentik jika sewaktu-waktu di perlukan audit internal atau penelusuran forensik digital.

    Awan mengungkapkan proyek ini merupakan bentuk implementasi langsung dari ilmu yang ia timba di bangku kuliah.

    Ia berharap aplikasi ini memberikan dampak nyata dalam mempercepat pelayanan administrasi dan mendukung keterpaduan data. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories