https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Sabtu, 26 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Lukisan Kaca Cirebon, Dari Jejak Tasawuf hingga Dedikasi Sang Maestro Rastika

by Noer Panji
5 Agustus 2026
in Umum

FGD Maestro Lukisan Kaca Rastika. (Ist)

CIAYUMAJAKUNING.ID: Lukisan kaca bukan sekadar hiasan dinding, melainkan cerminan identitas, jejak spiritual, dan mahakarya akulturasi budaya masyarakat Cirebon. Namun, di tengah gempuran modernisasi, warisan adiluhung ini menghadapi tantangan besar.

Tiga tokoh dari latar belakang berbeda akademisi, seniman, dan penggiat kebijakan menyoroti urgensi pelestarian lukisan kaca Cirebon dan jejak pengabdian sang maestro, Bapak Rastika.

BacaJuga

Satpol PP Indramayu Sita 1500 Botol Miras Berbagai Merek

Ribuan Lowongan Kerja di Depok Ditawarkan di Bursa Kerja Online, Tinggal Klik Nyari Gawe

KDM Jadi Figur Alternatif di Pilpres 2029

Sebulan, Polres Majalengka Amankan 40 Pelaku Kejahatan

Dari kacamata akademis Universitas Islam Bunga Bangsa (UIBB) Cirebon Budiana menegaskan bahwa lukisan kaca Cirebon memiliki karakteristik eksklusif yang tidak ditemukan di daerah lain. Oleh karena itu, ia mendorong agar karya seni ini segera dikukuhkan sebagai Kekayaan Intelektual (KI) Kabupaten Cirebon.

Budiana memaparkan dimensi historis dan spiritual yang kental pada kesenian ini.

“Di masa lampau, para pelukis kaca di Cirebon adalah kalangan penganut tasawuf. Kegiatan melukis dilakukan beriringan dengan zikir dan perenungan,” ungkapnya, Jumat, (17/4/2026) di rumah makan ayam Umbaran Cirebon.

Meski ada perdebatan mengenai awal mula masuknya lukisan kaca (antara abad ke-14 atau ke-19), kesenian ini diketahui mencapai masa keemasannya pada periode 1880 hingga 1950. Pada masa itu, lukisan kaca menjadi simbol prestise yang menghiasi keraton dan kesultanan.

Seiring waktu, corak Hindu-Buddha yang awalnya mendominasi bertransformasi menjadi corak Islam, melahirkan seni kaligrafi piktograf (bercirikan antropomorfisme) yang sarat akan nilai tasawuf. Sayangnya, pasca-kemerdekaan, gejolak politik dan ekonomi membuat kualitas dan popularitasnya menurun, menggeser orientasi pelukis dari makna spiritual menjadi sekadar komoditas komersial.

Sementara itu, Alif Arief Rivai, M.Pd., seniman pelukis kaca dan penggiat budaya Cirebon, menyoroti dari sisi historis akulturasi dan teknik. Ia menjelaskan bahwa lukisan kaca awalnya dibawa oleh bangsa Eropa dan Cina melalui pesisir Nusantara.

“Kesenian ini kemudian menyerap kondisi sosial dan kultur masyarakat setempat. Dari Cina yang identik dengan lukisan alam dan figur dewi, di Cirebon lukisan kaca berevolusi memunculkan identitas lokal,” jelas Alif.

Dalam perkembangannya, nama Bapak Rastika muncul sebagai sosok maestro yang tak tergantikan. Rastika dikenal setia mempertahankan teknik reverse glass painting (melukis dari bagian belakang kaca) sebuah metode yang mengharuskan pelukisnya bekerja secara terbalik.

Karya Bapak Rastika memiliki karakter yang sangat kuat, di antaranya warna cerah dan kontras dengan detail ornamen yang sangat halus. Motif ikonik Cirebon, seperti Mega Mendung (simbol kesejukan hati dan kebijaksanaan), kaligrafi Islam, wayang, flora-fauna, hingga simbol Keraton.

Sebagai maestro, Rastika tidak hanya melukis, tetapi juga mewariskan ilmunya lewat workshop dan pendampingan perajin muda agar lukisan kaca tetap bernapas di era modern.

Ketua Yayasan Advokasi Dan Studi Kebijakan Nusantara (Katanusa), Sauki M.A., memberikan pandangan strategis mengenai pelestarian lukisan kaca. Ia menekankan betapa rumitnya teknik reverse painting.

“Pelukis harus menggambar detail paling depan terlebih dahulu, lalu mewarnai, dan terakhir membuat latar belakang. Teknik ini menuntut tingkat ketelitian, kesabaran, dan daya imajinasi yang luar biasa sejak tarikan kuas pertama,” terang Sauki.

Menurut Sauki, lukisan kaca Cirebon adalah rahim dari pertemuan budaya Jawa, Sunda, Tionghoa, Arab, dan Eropa. Mahakarya ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, tetapi juga media pendidikan dan spiritual.

Ia memberikan apresiasi tertinggi kepada Bapak Rastika yang konsisten berkarya selama puluhan tahun, menahan arus modernisasi dan menurunnya minat generasi muda. Katanusa mendorong adanya langkah konkret berupa pendokumentasian komprehensif.

“Perjalanan hidup, filosofi, dan teknik Bapak Rastika memiliki nilai strategis. Ini harus didokumentasikan melalui penelitian, buku, arsip digital, hingga film dokumenter. Tujuannya agar generasi mendatang tidak kehilangan akar identitas budaya Cirebon dan kekayaan budaya Indonesia,” pungkas Sauki.

Tags: CirebonLukisan KacaLukisan Kaca Cirebon

Related Posts

Satpol PP Indramayu Sita 1500 Botol Miras Berbagai Merek

Satpol PP Indramayu Sita 1500 Botol Miras Berbagai Merek

25 September 2026
Ribuan Lowongan Kerja di Depok Ditawarkan di Bursa Kerja Online, Tinggal Klik Nyari Gawe

Ribuan Lowongan Kerja di Depok Ditawarkan di Bursa Kerja Online, Tinggal Klik Nyari Gawe

23 September 2026
KDM Jadi Figur Alternatif di Pilpres 2029

KDM Jadi Figur Alternatif di Pilpres 2029

23 September 2026

Sebulan, Polres Majalengka Amankan 40 Pelaku Kejahatan

23 September 2026
Pemprov Jabar Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Pendidikan Gratis

Pemprov Jabar Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Pendidikan Gratis

22 September 2026
Upaya Pemkab dan Kejari Indramayu Kawal Pembangunan Daerah

Upaya Pemkab dan Kejari Indramayu Kawal Pembangunan Daerah

20 September 2026

Berita Terpopuler

  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Joyoboyo: Gunung Slamet Meletus Bisa Bikin Pulau Jawa Terbelah Jadi Dua?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Tradisi Melepas Burung Bagi Warga Tionghoa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Swasembada Pangan, Majalengka Tanam Bawang Putih Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poltekkes Tasikmalaya Latih Petugas Puskesmas Gunungsari Deteksi Dini Kanker Paru Lewat SATUSEHAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id