CIAYUMAJAKUNING.ID – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menjenguk tiga warga Kabupaten Kuningan korban kebakaran Warung Makan Mi Instan (Warmindo) yang menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Jumat (09/10).
Kebakaran Warmindo Sumber Rejeki yang terjadi di Mlati, Sleman, Yogyakarta itu di duga di picu akibat kebocoran gas.
Kunjungan di lakukan guna memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang optimal sekaligus memberikan dukungan moral.
Ketiga korban tersebut yakni Deden Deni (31), warga Desa Mekarmulya, Kecamatan Garawangi yang mengalami luka bakar hingga 80 persen.
Lalu M Ilham Kholid Ramdoni (19), warga Desa Balong, Kecamatan Sindangagung dan Fairuz Qolbi (27), warga Desa Galaherang, Kecamatan Maleber yang keduanya mengalami luka bakar.
Kehadiran Bupati yang di sambut haru oleh keluarga korban mengatakan langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, termasuk mereka yang sedang bekerja atau merantau di luar daerah.
“Untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal serta memberikan pendampingan sosial bagi keluarga dan memberikan bantuan dari BAZNAS. Semoga bantuan yang di salurkan berkah dan bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Kadinsos Kuningan Tatiek Ratna Mustika bersama pekerja sosial medis terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mendapatkan pendampingan sosial bagi para korban dan keluarga selama proses perawatan berlangsung.
Kebakaran di Warmindo Sumber Rejeki terjadi Senin (28/09) siang di duga di picu kebocoran gas ketika sedang memasak.
Sebelum ledakan terjadi, bau gas disebut sempat tercium dan seorang tetangga warung telah memberikan peringatan. Namun, sebelum gas berhasil dikeluarkan dari ruangan, ledakan terjadi dan membuat sejumlah karyawan terpental.
Api kemudian menyambar bagian atap serta barang-barang di sekitar dapur, mengakibatkan tiga pegawai mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Bupati Kuningan menilai Warmindo dan warung bubur kacang hijau (burjo) telah lama menjadi identitas sekaligus salah satu penopang ekonomi warga Kuningan di tanah rantau.
Karena itu, keberadaan usaha-usaha tersebut perlu terus didukung agar mampu bertahan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga di kampung halaman.
Komunikasi langsung dengan para pelaku usaha menjadi salah satu cara untuk memahami kondisi nyata yang mereka hadapi.
Dengan mengetahui kebutuhan dan tantangan para perantau, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat Kuningan yang mengembangkan usaha di luar daerah. ***









